Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Minol dan narkoba jadi faktor penyebab tingginya HIV-AIDS di Papua
  • Selasa, 19 Desember 2017 — 19:09
  • 1920x views

Minol dan narkoba jadi faktor penyebab tingginya HIV-AIDS di Papua

"Tidak jarang orang melakukan hubungan seks bebas karena pengaruh minol dan narkoba," kata Kotouki kepada Jubi, Selasa (19/12/2017).
Ilustrasi HIV dan AIDS - IST
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi V DPR Papua bidang kesehatan, Nioluen Kotouki mengatakan, minuman beralkohol (minol) dan narkoba, jadi faktor penyebab tingginya penularan HIV-AIDS di Papua.

Ia mengatakan, minol dan narkoba merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyakit ini.

"Tidak jarang orang melakukan hubungan seks bebas karena pengaruh minol dan narkoba," kata Kotouki kepada Jubi, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, inilah salah satu alasannya DPR Papua mengesahkan perdasi tentang narkotika dalam sidang APBD Papua, pekan lalu, dan mengesahkan perdasi pelarangan peredaran minol di Papua, beberapa tahun lalu, meski dalam penerapannya menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, dan belum dapat menghentikan penjualan minol di Papua.

"HIV dan AIDS ini tidak bertumbuh sendiri, tapi akibat dari berbagai hal," ujarnya.

Katanya, dalam mencegah penularan HIV dan AIDS peran keluarga sangat penting. Selain itu sosialisasi dini terhadap generasi muda yang rentan, perlu terus dilakukan secara kontinu.

"Memang tidak gampang memberantas HIV dan AIDS. Butuh dukungan berbagai pihak menekan laju penyebaran. Tidak hanya pemerintah, instansi terkait, lembaga yang bergerak di bidang HIV dan AISD, juga peran keluarga, dan paling penting, kesadaran setiap pribadi," katanya.

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan hal yang sama. Menurutnya, dalam menekan laju pertumbuhan HIV dan AIDS, ada pada individu setiap orang.

"Kalau kita semua sadar akan bahaya penyakit ini, tentu kita akan menjauhi hal-hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi HIV dan AIDS," kata Natan.

Katanya, memang tidak semua penderita HIV dan AIDS terjangkit akibat seks bebas, narkoba dan lainnya. Ada juga yang tanpa sengaja tertular, namun skalanya kecil. (*)

loading...

Sebelumnya

Freeport dinilai perlu dipaksa bayar tunggakan PAP

Selanjutnya

Kata legislator, Susi Air tak bisa gantikan MAF di Papua

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33964x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18234x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17322x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe