Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Alumni Uncen rela mengajar tanpa digaji di Yahukimo
  • Rabu, 20 Desember 2017 — 18:47
  • 1862x views

Alumni Uncen rela mengajar tanpa digaji di Yahukimo

"Saya melihat minimnya guru di sana. Saya dan dua orang teman, Betue Balyo dan Epson Malyo, mengajar para siswa kelas I dan II,” katanya.
Ben Malyo saat menunjukkan bahan mengajar TIK untuk SMP Negeri Langda di warnet Baliem.net – Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Salah satu alumni Universitas Cenderawasih (Uncen), Ben Malyo, bersama dua orang temannya, rela mengajar delapan mata pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri V Langda, Kabupaten Yahukimo, tanpa digaji.

Ben Malyo, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Uncen 2016, mengaku datang dari Jayapura sejak Maret 2016, untuk mengajar di sekolah tersebut.

"Kami berjalan kaki ke kampung di Distrik Langda, selama empat hari dan tiga malam," katanya, Rabu (20/12/2017), di Dekai.

Ia mengaku, membantu guru-guru di SMP Negeri V Langda, ketika Ujian Nasional (UN), pada Maret lalu.

"Saya melihat minimnya guru di sana. Saya dan dua orang teman, Betue Balyo dan Epson Malyo, mengajar para siswa kelas I dan II,” katanya.

Ia yang ketika ditemui di warnet di Kota Dekai, saat mengunduh dan mencetak bahan mengajar, mengatakan kondisi di tempat ia mengajar cukup memprihatinkan.

"Karena tidak ada listrik, jadi susah mengajar pakai monitor, tetap dengan papan tulis," katanya.

Tambahnya, hal yang memotivasi mereka untuk mengajar ialah ingin memanusiakan manusia lainnya. "Kami di sini bertiga dan ini murni ingin membantu, sebab prihatin dengan kondisi pendidikan di sini," katanya.

Sementara itu, Abraham Hugi, salah satu warga Yahukimo, mengatakan kondisi pendidikan di Yahukimo memang masih butuh perhatian lebih.

"Ada beberapa sekolah, seperti SMP Pasema dan SMP Langda, dan ada beberapa SD juga yang menjadi tempat para mahasiswa mengabdi setelah mereka lulus, tanpa digaji. Saya sangat mengapresiasi tindakan mereka," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penghasilan warnet di Yahukimo puluhan juta per bulan

Selanjutnya

Bupati Yahukimo harap dandes tahap dua dipakai bangun kantor desa

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34063x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18953x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17645x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe