Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Masyarakat sipil jangan jadi korban insiden Mugi
  • Rabu, 20 Desember 2017 — 22:30
  • 3012x views

Masyarakat sipil jangan jadi korban insiden Mugi

Kejadian baku tembak 12 Desember 2017 antara TPN-OPN  dan tim gabungan TNI Polri.
Jumpa pers sejumlah tokoh menyikapi persoalan di Distrik Mugi, Nduga-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda meminta agar insiden penembakan di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua 12 Desember 2017 tidak mengorbankan masyarakat sipil setempat. Kejadian baku tembak 12 Desember 2017 antara TPN-OPN  dan tim gabungan TNI Polri.

“Yang jelas kami dari koalisi HAM pegunungan tengah jelas berpihak kepada masyarakat sipil yang mengalami dampak dari peristiwa itu,” kata Ketua advokasi hukum dan HAM pegunungan tengah Papua, Theo Hesegem,  saat jumpa pers di Wamena, Rabu (20/12/2017).

Theo mengaku menerima informasi  ada sekitar lima warga yang mengalami luka tembak, korban tembak itu ibu-ibu dan remaja. “Sehingga kami tergerak menyuarakan bagi korban,” kata Theo menambahkan.

Ia menjelaskan tindakan aparat gabungan TNI Polri dan TPN-OPM berdampak merugikan banyak orang. Terlebih jika terjadi penyisiran terhadap masyarakat, kemudian masyarakat yang sebenarnya tidak tahu masalah bisa mengalami kesulitan dengan kondisi yang trauma.

“Saya pikir kalau memang antara OPM dan TNI Polri mau saling berhadapan, itu hak mereka dengan menyediakan tempat dan silahkan saja. Kami hanya mengingatkan bahwa setiap orang itu mempunyai hak hidup yang sama,” kata Theo menjelaskan.

Theo mengaku tidak berpihak kepada TNI Polri maupun ke OPM, tetapi ia percaya masyarakat sipil itu punya hak hidup yang sama dan siapapun tidak boleh mencabut hak hidup.

Ia meminta agar tim gabungan TNI Polri segera ditarik dari wilayah Distrik Mugi, karena akan ada beberapa agenda penting yang harus dilakukan yakni natal, tahun baru dan proses pemilihan gubernur 2018.

Koordinator gereja Kingmi Nduga, Pdt. Nataniel Tabuni, meminta agar saling serang dan membunuh dihentikan, karena akan memasuki natal yang seharusnya menjadi bulan yang damai.

“Sebagai pemimpin gereja, masalah di Distrik Mugi ini segera hentikan, baik itu tim gabungan TNI Polri harus segera tarik diri dari Mugi,” kata Tabuni.  (*)

 

loading...

Sebelumnya

Dua kampung di Jayawijaya dapat aliran listrik

Selanjutnya

Jayawijaya tetapkan HET kebutuhan pokok distrik terpencil

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34420x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe