Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Jelang Natal-tahun baru, Sulut cukup persediaan pangan
  • Jumat, 22 Desember 2017 — 18:38
  • 3260x views

Jelang Natal-tahun baru, Sulut cukup persediaan pangan

Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun,
Ilustrasi. Tribunnews.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manado, Jubi - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rudi Mokoginta memastikan ketersediaan pangan menjelang hari raya Natal dan tahun baru mencukupi.

"Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun," kata Mokoginta pada rapat koordinasi pangan di Manado, .

Data Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut menyebutkan, jumlah ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis jelang Natal dan Tahun Baru, sebagian besar tidak mengalami masalah.

Beras surplus 32.850 ton, jagung surplus 133.205 ton, daging sapi surplus 343 ton, daging ayam ras surplus 1,392 ribu ton, telur ayam surplus 2.075 ton.

Dari sisi produksi, khusus untuk cabai merah defisit 138 ton dan bawang merah 78 ton, namun dapat terpenuhi karena adanya pasokan dari wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Mokoginta menambahkan, beberapa komoditas pangan pokok dan strategis pada tahun 2017 mengalami penurunan harga dibanding tahun 2016, antara lain cabai merah keriting turun 40 persen, bawang merah turun 26 persen, terigu turun 12 persen, gula pasir turun 9,0 persen, telur ayam ras turun 8,0 persen, dan beras turun sekitar 2,0 persen.

Jelang hari raya natal dan tahun baru, diperkirakan permintaan terhadap minyak goreng, telur, dan cabai akan meningkat.

Sekretaris BKP Kementan RI Mulyadi Hendiawan pada rakor tersebut mengatakan, secara nasional pada tahun 2017 produksi pangan dalam negeri meningkat tajam sehingga ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam dari telur ayam ras terpantau surplus walaupun untuk kedeIai dan daging sapi masih diimpor.

Berdasarkan data Badan Urusan Logistik, stok delapan komoditas pangan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Saat ini tersedia sebanyak 1,1 juta ton beras, gula pasir 413,34 ribu ton, jagung 29,35 ribu ton, daging sapi 18 ton, daging kerbau 17,77 ribu ton, bawang merah 30 ton, bawang putih 293 ton, dan minyak goreng 1,18 juta liter. (*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Kabupaten Gorontalo ingin kembalikan kejayaan kelapa

Selanjutnya

Unhas kini punya 380 guru besar

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34047x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18740x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17596x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe