Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. REI Papua minta Perbankan berpihak ke pengembang
  • Senin, 01 Januari 2018 — 23:51
  • 1560x views

REI Papua minta Perbankan berpihak ke pengembang

Masih adanya regulasi ketat dari perbankan terkait dengan  semakin banyaknya bank ikut menyalurkan subsidi memperoleh KPR FLPP
Salah satu perumahan yang dibangun pengembang,-Jubi/dok
Sindung Sukoco
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Dewan Pimpinan Daerah Realestate Indonesia (DPD REI) Papua, minta Perbankan berpihak ke pengembang yang selama ini  punya kontribusi merealisasikan program satu juta rumah bersubsidi berkelanjutan yang dicanangkan Pemerintah.

“Berbagai permasalahan yang kami hadapi, di sisi lain masih adanya regulasi ketat dari perbankan terkait dengan  semakin banyaknya bank ikut menyalurkan subsidi memperoleh KPR FLPP,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Realestate Indonesia (DPD REI) Papua, Maria, kepada Jubi, Sabtu (30/12/2017).

Ia menyatakan perlu adanya  pelonggaran sistem checking BI dan perbaikan SDM di beberapa bank yang ditunjuk di Papua. Jika ini dilakukan REI mendorong anggotanya  agar menggunakan FLPP. “Namun REI masih banyak bergantung di dua bank, yaitu BTN dan BPD Papua,” ujar Maria menambahkan. 

Tercatat tahun 2017, REI Papua telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 2500 unit rumah dari target 3.800 unit dari berbagai type. Capaian itu dinilai masih lebih banyak jika dibadingkan dengan tahun 2016 mampu membangun 2.200 unit dari target 2000 rumah.

Organisasinya sedang mentargetkan membangun  4 ribu unit rumah di Papua dan Papua Barat pada  tahun 2018. Target itu diimbangi dengan penambahan anggota baru sebanyak 5 hingga 10 persen yang telah memenui seperti perizinan pembangunan, kejelasan lahan serta pembiayaan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, mengatakan banyaknya bank ikut menyalurkan subsidi  membuka peluang masyarakat memperoleh KPR FLPP dan SSB.

"Tahun depan lebih bank penyalurnya makin banyak. Kalau tahun ini hanya 33 bank, nanti (2018) jadi 40 bank pelaksana," ujar Lana.

Dia memastikan anggaran subsidi sudah bisa cair pada awal tahun depan sehingga pemerintah juga memprediksi realisasi PSR di 2018 akan meningkat.  Tercatat dana FLPP yang akan disalurkan pada 2018 mencapai Rp 4,5 triliun. “Terdiri dari Rp 2,2 triliun anggaran Kementerian PUPR serta Rp 2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Belasan ribu warga Kota Jayapura bakal menerima bantuan beras

Selanjutnya

Pemda diharapkan permudah perizinan pembangunan rumah bersubsidi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23608x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19244x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15689x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe