Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pemuda ini tewas setelah dianiaya anggota TNI
  • Rabu, 03 Januari 2018 — 19:30
  • 3171x views

Pemuda ini tewas setelah dianiaya anggota TNI

Jasad korban berusia 22 tahun itu sempat disembunyikan di pos jaga, bahkan sempat ditolak saat keluarga meminta jasad korban.
ilustrasi kekerasan, Jubi/dok
Benny Mawel
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Aktivis Hak Asasi Manusia di Kabupaten Nduga, Wene Talenggen, menuding anggota TNI Pos Maleo yang bertugas di Nduga menganiaya seorang pemuda bernama Anekanus Kemaringi hingga tewas.  Jasad korban berusia 22 tahun itu sempat disembunyikan di pos jaga, bahkan sempat ditolak saat keluarga meminta jasad korban.

"Anggota mau tembak, mulai memberikan tembakan tetapi komandan pos bilang pukul saja. Mereka memukuli hingga korban babak belur," ujar Wene kepada Jubi, Selasa (2/1/2018)

Saat kejadian, korban berusaha menyelamatkan diri dengan cara lari sejauh lima meter dari pos, namun komandan pos  yang diduga bernama Lettu Infantri, Didik Supriyadi dengan satu anggotanya yang bertugas saat itu menarik lagi ke pos.

"Korban sudah tidak berdaya ada di depan pos. Saat itu 6 anggota TNI dari Koramil Nduga datang Aniaya korban hingga tewas," kata Wene menambahkan.

Jenasah Anekanus yang sudah tak bernyawa disembunyikan. TNI sempat tidak mau menyerahkan saat keluarga korban datang minta jasad.  Proses pengambilan jenasah pun melalui proses  negosiasi dan baru diserahkan pada jam 5 sore dan langsung dikebumikan sesuai adat.

Catatan Wene, korban dianiaya  dan tewas pada 1 Januari pukul 15 sore dan telah dikebumikan pada 2 Januari 2018.

Kapendam Kodam  XVII Cendrawasih, Kol Inf Muhammad Aidi mengatakan peristiwa penganiayaan warga sipil itu berawal dari penyerangan pos  TNI.  “Empat warga menyerang anggota pos menggunakan senjata tajam,” kata Aidi.

Salah satu penyerang  berusaha merebut senjata dari anggota. Saat itu, terjadi duel anggota TNI dan korban. “Anggota TNI mengeluarkan tembakan melumpuhkan salah satu penyerang,” kata Aidi, menjelaskan.

Ia menyebutkan korban bernama  Apenangge Kogoya datang ke pos dalam rangka open house pos TNI. Namun usai acara korban menyerang anggota pos yang berujung kekerasan. (*)

loading...

Sebelumnya

Satpol PP di Papua dinilai perlu penguatan terkait pengawasan minol

Selanjutnya

Legislator Papua sebut pengadangan Filep Karma di bandara Sukarno-Hatta berlebihan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34080x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19442x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17705x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe