Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Bupati Dogiyai: Jangan pukul rakyatku apalagi membunuh
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 20:52
  • 8113x views

Bupati Dogiyai: Jangan pukul rakyatku apalagi membunuh

Bupati negeri Kamu dan Mapiha itu tak ingin ada pertumpahan darah.
Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa dalam acara pesta rakyat di Idakebo, Kamuu Utara - Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP
Features |
Kamis, 06 Desember 2018 | 22:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi - Bupati Kabupaten Dogiyai, Papua, Yakobus Dumupa, menyatakan agar aparat menghentkan kekerasan di daerah yang ia pimpin. Bupati negeri Kamu dan Mapiha itu tak ingin ada pertumpahan darah.

"Jangan pukul rakyatku, apalagi membunuh. Kalau ketemu orang mabuk, tangkap dan bawah ke Polsek dengan baik lalu memberikan pemahaman,” kata Dumupa, belum lama ini.

Dumupa berjanji segera menegur jika ada  yang main hakim sendiri. "Kalau ulahnya dari masyarakat, saya juga akan menegur masyarakat bahwa tindakan itu salah. Kalau salah dari pihak aparat keamanan, maka saya akan tegur mereka juga,” kata Dumupa menegaskan.

Ia menilai kekerasan yang terjadi itu pelanggaran HAM, dengan begitu ia meminta aparat keamanan harus bekerja secara profesional dan bekerja sesuai aturan. Menurut dia, diperlukan kesadaran dalam menghadapi masalah  di Dogiyai, karena kesadaran diyakini  mampu menyelesaikan masalah secara cepat.

"Pendidikan bagi masyarakat juga harus kita lakukan, pendidikan bagi penegak hukum juga harus terus kita lakukan," ucapnya.

Dumupa mengaku sudah keliling ke semua daerah di Indonesia, tapi di sana aparat keamanan tidak pernah memukul orang mabuk hingga babak beluk sampai meninggal dunia. Hal ini dinilai aneh karena di Papua justru sebaliknya.

Tokoh pemuda Dogiyai, Goo Benny, mengapresiasi pernyataan Bupati tersebut. Ia menilai selama ini Dogiyai tidak aman karena Polisi menganggap orang mabuk sebagai musuh besar.

"Kami terus kawal pernyataan Bupati itu, karena hal itu janjinya terhadap alam dan rakyat Dogiyai yang memilihnya," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

ASN Kabupaten Dogiyai harus disiplin dan bebas Miras

Selanjutnya

Pemasangan baliho Calon Bupati Paniai diprotes warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32376x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14356x views
Polhukam |— Sabtu, 01 Desember 2018 WP | 12932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe