Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Sampah Taman Nasional Komodo 650 Kg perhari
  • Kamis, 11 Januari 2018 — 20:26
  • 1600x views

Sampah Taman Nasional Komodo 650 Kg perhari

Timbunan sampah terbanyak terdapat di Pulau Komodo yaitu Desa Komodo dan Wisata Loh Liang serta Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang dan Wisata Loh Buaya
Komodo. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi - Kepala Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan jumlah timbunan sampah di kawasan destinasi wisata unggulan itu rata-rata mencapai 650 kg lebih per hari.

"Timbunan sampah terbanyak terdapat di Pulau Komodo yaitu Desa Komodo dan Wisata Loh Liang serta Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang dan Wisata Loh Buaya," katanya.

Komposisi timbunan sampah itu di antaranya 27 persen berupa sampah plastik, 29 persen sampah kertas, sampah kaca atau gelas satu persen, sisa makanan satu persen dan 41 persen merupakan sampah residu atau sisa bangunan dari aktivitas konstruksi.

Menurutnya, upaya penanganan sampah setiap hari di lokasi wisata seperti Loh Liang dan Loh Buaya sejauh ini dilakukan dengan cara ditimbun untuk jenis sampah organik.

Sedangkan sampah-sampah anorganik dibawa ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat menggunakan kapal rolling atau patroli oleh petugas Balai TNK.

Selain itu, lanjutnya, penanganan sampah di lokasi wisata seperti Pulau Padar dan Gili Lawa yang belum terdapat pos pengamanan masih dilakukan secara reguler melalui kegiatan bersih pantai.

Sudiyono mengakui persoalan sampah di TNK yang merupakan destinasi wisata unggulan nasional yang sudah mendunia itu tengah menjadi sorotan berbagai pihak.

"Sampah di sekitar TNK ini memang terus bertambah seiring peningkatan arus wisatawan, kondisi ini sering disoroti para wisatawan maupun pelaku-pelaku usaha pariwisata, maupun pemerintah pusat," katanya.

Untuk itu, katanya, penanganan sampah merupakan bagian dari fokus utama Balai TNK agar segera ditangani, salah satu cara dengan membentuk satuan tugas MPS (Masyarakat Peduli Sampah) pada tahun 2018. (*)
 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

11 awak kapal pencuri ikan asal Tiongkok dipulangkan

Selanjutnya

Pembangunan marina yacht di Gili Gede hadapi kendala ruang perairan laut

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23531x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19211x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15656x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12729x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10845x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe