Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. KPU Jayawijaya diminta buka penambahan waktu pendaftaran
  • Jumat, 12 Januari 2018 — 21:29
  • 1664x views

KPU Jayawijaya diminta buka penambahan waktu pendaftaran

Tuntutan itu mengacu pasal 102 PKPU nomor 15 tahun 2018.
Tuntutan itu mengacu pasal 102 PKPU nomor 15 tahun 2018.
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Komisi Pemilihan Umum Jayawijaya diminta membuka penambahan waktu pendaftaran  calon kepala daerah sebagai kesempatan  ruang demokrasi dalam Pilkada. Tuntutan itu mengacu pasal 102 PKPU nomor 15 tahun 2018.

“Dalam aturan, menyebutkan bahwa jika hingga hari terakhir pendaftaran 10 Desember 2018 hanya terdapat satu pasangan calon yang mendaftar, maka KPU akan memperpanjang pendaftaran,”  kata Koordinator Forum Bersatu Rekonsiliasi Jayawijaya (Foberja), Enias Itlay, Jumat, (12/1/2018).

Tuntutan itu disampaikan ke DPRD Jayawijaya agar memerintahkan KPU mengulur waktu pendaftaran. Menurut Itlay, kedatangannya ke DPRD bersama sejumlah calon bupati dan wakil bupati yang berasal dari Jayawijaya menuntut KPU dapat mengakomodir putra asli Jayawijaya dalam pendaftaran.

“Kami pertanyakan kenapa KPU menolak bakal calon asli daerah, padahal syarat dukungan jelas dan hingga kini tidak ada kejelasan,” kata Itlay menmabahkan.

Selain itu pihaknya juga ingin agar Kapolres Jayawijaya segera memfasilitasi pertemuan para bakal calon bupati dan wakil bupati, DPRD, bupati, wakil bupati, KPU dan Panwaslu  agar demokrasi di Jayawijaya tidak terjadi konflik.

Dalam aksinya pendemo juga mempertanyakan kenapa KPU Jayawijaya yang hingga kini belum mengumumkan nama calon bakal yang telah mendaftar lewat keterangan resmi.

Salah satu bakal calon yang juga ikut berorasi, Anthor Matua, mengatakan jika Pilkada Jayawijaya hanya melawan kotak kosong, maka demokrasi di daerah tersebut dipertanyakan.

“Buka demokrasi seluas-luas kepada putra asli Jayawijaya, beri kesempatan kami juga memimpin daerah kami sendiri, kata Anthor Matuan.

Perwakilan anggota DPRD, Soleman Elosak mengatakan bahwa KPU jangan membungkam demokrasi di Jayawijaya dengan hanya meloloskan satu pasangan calon. Menurut dia, demokrasi harus dibuka bagi masyarakat asli Jayawijaya. “Jangan bungkam  keinginan rakyat,” kata Soleman Elosak.

Komisioner KPU Jayawijaya belum bisa dikonfirmasi terkait dengan jumlah pasangan calon yang mendaftar dan memenuhi syarat pencalonan. Upaya menghubungi lewat telepon maupun SMS tidak ada jawaban.(*)

loading...

Sebelumnya

Dua calon kepala daerah Mamteng terdaftar di KPU

Selanjutnya

Masyarakat Kabianggama Yahukimo terancam kelaparan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23553x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19220x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15660x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12739x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10852x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe