Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ada dukungan ganda parpol, KPU Paniai diingatkan patuhi silon
  • Sabtu, 13 Januari 2018 — 22:57
  • 2447x views

Ada dukungan ganda parpol, KPU Paniai diingatkan patuhi silon

"Namun untuk bakal paslon parpol, ada dukungan atau rekomendasi ganda. Makanya, KPUD harus berpegang pada silon," kata Fransiskus Magai dalam keterangan persnya di Kota Jayapura, Jumat (12/01/2018) malam.
Ketua Forum Peduli Demokrasi Paniai, Fransiskus Magai dan Yehuda Nawipa saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Jumat (12/1/2018) malam - Jubi/Arjuna
Titus Ruban
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Forum Peduli Demokrasi Kabupaten Paniai, Papua, mengingatkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Paniai, berpegang pada penggunaan sistem informasi calon (silon) yang terhubung online ke KPU RI, untuk menentukan bakal pasangan calon (paslon) yang mendapat rekomendasi resmi dari DPP partai, terkait dukungan partai politik (parpol).

Ketua Forum Demokrasi, Fransiskus Magai mengatakan, kini ada sembilan bakal paslon kepala daerah yang mendaftar ke KPUD Paniai. Enam adalah bakal paslon diusung parpol dan tiga lainnya memilih jalur perseorangan atau independen.

"Namun untuk bakal paslon parpol, ada dukungan atau rekomendasi ganda. Makanya, KPUD harus berpegang pada silon," kata Fransiskus Magai dalam keterangan persnya di Kota Jayapura, Jumat (12/01/2018) malam.

Menurutnya, dengan silon, tidak butuh waktu lama untuk mengetahui paslon mana yang mendapat rekomendasi resmi parpol.

"Kami harap KPUD Paniai tetap menjaga independensinya. Paslon siapa pun yang tidak diakui B1 KWK-nya, berarti tidak memenuhi syarat. Tidak perlu mendramatisir keadaan," ujarnya.

Paslon parpol diharap berbesar hati jika nanti, rekomendasi yang mereka pegang dianggap tidak sah, dan digugurkan KPUD. Tidak memprovokasi masyarakat atau pendukungnya melakukan hal yang tidak diinginkan.

"Kami juga meminta aparat keamanan menjaga dan mengawal tahapan yang dilakukan KPUD Paniai, untuk menghindari terjadi hal yang tidak diinginkan, jika ada paslon yang tidak terima keputusan KPUD," katanya.

Anggota Forum Demokrasi Paniai, Yehuda Nawipa mengatakan hal yang sama. Menurutnya, berbagai kemungkinan perlu diantisipasi, supaya tahapan di KPUD terlaksana tanpa hambatan.

"Ada beberapa rekomendasi ganda parpol kepada paslon di Paniai. Misalnya Partai NasDem, ada beberapa paslon yang mengklaim mendapat rekomendasi. begitu juga PKPI, PBB, Golkar, Gerindra, PAN dan PPP. Makanya KPUD harus berpegang pada silon," ucap Yehuda Nawipa.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, KPUD Paniai terpaksa menerima dukungan ganda parpol, karena tekanan massa.

"Mereka terpaksa menerima karena tekanan massa dari pasangan calon dan itu hampir semua calon," kata Adam Arisoi, Sabtu 13/1/2018).

Menurutnya, KPU Papua telah memanggil komisioner KPUD Paniai dan melakukan supervisi terhadap berkas dari enam bakal pasangan calon yang sarat dukungan ganda parpol.

"Paniai itu kebetulan KPUD-nya menerima semua berkas, karena para bakal calonnya melakukan penekanan yang luar biasa saat mendaftar. Tapi kami sudah panggil para komisionernya dan periksa atau supervisi berkasnya, dan hasilnya sudah kami kembalikan ke mereka," ujarnya.

Katanya, kewenangan ada pada KPUD Paniai. Nantinya KPUD yang akan menyampaikan kepada publik, bagaimana hasilnya, siapa yang lolos dan tidak lolos.

Ketua KPU Paniai, Yulius Gobai, mengatakan setelah mendapat supervisi dari KPU Papua, pihaknya segera membuat berita acara terkait pasangan mana yang lolos dan tidak lolos menjadi peserta pilkada serentak di daerah itu.

Sembilan bakal pasangan calon mendaftar ke KPUD Paniai sebagai peserta pemilukada di wilayah itu. Enam di antaranya merupakan bakal pasangan calon parpol yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobai yang diusung partai PKB dan Nasdem, Esebius Gobai-Fransiskus Zonggonau yang diusung partai PAN, Martinus Nawipa-Semuel Bunai yang didukung PPP, PBB dan Golkar.

Kandidat petahana Hengki Kayame (Bupati Paniai periode 2013-2018) berpasangan dengan Yeheiskiel Tenouye yang didukung tujuh partai politik, yaitu PPP, PAN, PKPI, PBB, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Pasangan Yohanes Douw-Melkias Muyapa yang diusung partai Golkar, Gerindra dan PBB. Pasangan Yulius Kayame-Mathinus Keiya yang didukung lima partai politik, yakni PKB, PBB, Golkar, Demokrat, dan PKPI.

Tiga bakal pasangan calon lainnya dari jalur independen yakni Naftali Yogi-Marthen Mote, Yehuda Gobai-Yan Tebai, dan Yunus Gobai-Markus Boma. Ketiga pasangan ini harus mengumpulkan 9.064 suara. (*)

loading...

Sebelumnya

Saham PTFI dikhawatirkan memicu polemik antara pemilik ulayat

Selanjutnya

Wabah campak dan gizi buruk di Asmat, legislator pertanyakan dana Otsus

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33272x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16726x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16305x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe