Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Larang maskapai Indonesia terbang di Eropa, Uni Eropa pilih Papua untuk audit keselamatan penerbanga
  • Senin, 15 Januari 2018 — 08:19
  • 2986x views

Larang maskapai Indonesia terbang di Eropa, Uni Eropa pilih Papua untuk audit keselamatan penerbanga

Aspek-aspek yang akan dinilai, dia menyebutkan, di antaranya regulasi, bandara, maskapai, kelaikudaraan dan lainnya.
Salah satu maskapai Indonesia yang dilarang terbang ke wilayah negara-negara Uni Eropa
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi - Uni Eropa akan menguji penerbangan di Papua dalam rangka upaya pencabutan larangan terbang (EU Ban) bagi maskapai-maskapai Indonesia ke Benua Eropa, kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara ,Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Agus di Jakarta, Minggu, mengatakan Papua adalah daerah yang dipilih oleh tim audit keselamatan penerbangan Uni Eropa yang akan dilaksanakan pada Maret 2018.

"Kita sudah meraih Kategori 1 Federal Aviation Administration, saatnya kita menagih pencabutan larangan EU Ban ke Eropa selama 10 tahun ini. EU memberikan syarat tambahan lagi, yaitu titik asesmen di Papua," katanya.

Untuk itu, Agus mengatakan pihaknya harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya mengingat kondisi geografis Papua yang dinilai cukup sulit untuk penerbangan karena area pegunungan.

Aspek-aspek yang akan dinilai, dia menyebutkan, di antaranya regulasi, bandara, maskapai, kelaikudaraan dan lainnya.

"Kami sudah sampaikan kepada maskapai ada atau tidaknya tes ini, tetap dilakukan 'ramp check', dan operator harus paham bahwa kita bukan mencari-cari kesalahan, tapi operator dan regulator harus sinergi karena kami perlu timbal-balik tentang keselamatan penerbangan di Indonesia," katanya.

Baca 54 maskapai penerbangan mask daftar hitam, 14 beroperasi di Papua

Agus menuturkan alasan Uni Eropa ingin melakukan audit di Papua, yaitu jumlah bandara di Papua adalah sepertiga dari jumlah bandara di Indonesia.

Selain itu, agar Papua dikembangkan seperti bandara-bandara di wilayah Indonesia bagian Barat lainnya.

" Puluhan tahun lalu itu Papua dianggap 'remote area', jauh dari Jakarta dan tidak tersentuh inspektur, kami harus terbang minimal lima jam dulu jadi dianggap kurang diperhatikan oleh regulator," katanya.

Maskapai-maskapai yang akan diperiksa, yaitu maskapai Lion Group, Sriwijaya dan lainnya.

Untuk bandara atau "air strip" sendiri, dia menambahkan akan dibenahi karena ketika dahulu dibangun belum memenuhi standar.

"Air strip seadanya, arah landasan pacunya salah, tapi kami sudah mempelajari akan membuat komparasi seperti kondisi di Alaska," katanya.

Agus mengatakan apabila lolos audit EU Ban, maka seluruh maskapai bisa terbang ke Benua Biru itu.

"Namun, meskipun belum tentu semua maskapai akan membuka rute ke Eropa, tujuannya adalah nama baik Indonesia," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Peserta Danone Papua 48 tim, dimulai 19-20 Januari

Selanjutnya

Demo damai, KPU Papua harus transparan verifikasi berkas bakal paslon cagub

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34495x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23233x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19046x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15601x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe