Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Dua pekan berlalu, belum ada bantuan pangan bagi warga Waan
  • Selasa, 16 Januari 2018 — 19:19
  • 1544x views

Dua pekan berlalu, belum ada bantuan pangan bagi warga Waan

“Kita harus mempunyai data riil terlebih dahulu, agar bantuan yang dikirim, disesuaikan dengan jumlah masyarakat di lima kampung itu,” katanya.
Masyarakat dari beberapa kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

KELUARGA Nikolaus Mouwen, warga dari Kampung Wetau, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, sudah dua pekan hanya mengonsumsi ikan. Kampungnya adalah salah satu dari lima kampung di Distrik Waan, yakni Kampung Tor, Sabon, Waan, Kladar dan Konorauw yang mengalami musibah air laut pasang (banjir Rob) pada awal Januari 2018 lalu.

Tanaman mereka seperti umbi-umbian siap panen, akhirnya mati akibat terendam air laut selama beberapa hari.

Nikolaus Mouwen mengaku air pasang biasanya terjadi pada bulan Maret, rutin setiap tahun. Tetapi tahun ini justru muncul pada awal Januari 2018. Masyarakat kampung tak ada persiapan dan tak mampu berbuat banyak.

“Tanaman umbi-umbian di atas bedeng yang siap panen, terendam air laut. Semua membusuk dan tak dapat dipanen sekaligus dikonsumsi,” kata Nikolaus.

Meski sudah diberitakan media massa sejak sepekan lalu, sampai saat ini, belum ada bantuan bahan makanan dari Pemkab Merauke. “Padahal kami tak memiliki makanan, selain ikan,” katanya.

Kelima kampung yang terdampak bajir tersebut hanya dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi air, yakni speedboat.

“Tetapi bagi saya, itu bukanlah alasan pemerintah tidak turun melihat kondisi kehidupan kami di setiap kampung yang mengalami musibah,” katanya.

Melihat kondisi demikian, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan berusaha menemui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Merauke, Sony Betaubun, guna meminta agar bantuan beras dikirim ke lima kampung tersebut.

Dominikus menuturkan, pejabat tersebut meminta dirinya terlebih dahulu melengkapi data jumlah kepala keluarga dari lima kampung serta bukti foto-foto pascamusibah.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin mendapatkan bukti-bukti itu. Namun, ketika menghubungi Sony Betaubun, tak direspons. Sampai hari ini, tak ada bantuan beras dikirim untuk bisa membantu masyarakat yang sedang kesulitan makanan di sana,” kata Dominikus Ulukyanan kepada Jubi, Selasa (16/01/2018).

Secara umum, lanjut Dominikus, masyarakat dari lima kampung itu menanam ubi jalar, kumbili serta ubi kayu. Itu pun mereka harus bekerja ekstra membuat bedeng terlebih dahulu, baru menanam, karena daerah tersebut umumnya berawa-rawa. Setiap kepala keluarga, memiliki 5-6 bedeng umbi-umbian. Ulukyanan menyayangkan karena sampai saat ini, pejabat dari pemerintah setempat maupun DPRD Merauke belum ada yang mengunjungi masyarakat di lima kampung tersebut.

“Saya hanya melihat tenaga medis yang rutin melayani di sana. Itu pun belum semua masyarakat dilayani, karena jumlahnya sangat banyak,” tuturnya.

Dikatakan, kini anak-anak sudah terserang infeksi, saluran pernafasan dan akut (ISPA) maupun diare. Dominikus khawatir, jika terus kekurangan pangan, akan menjadi ancaman masalah kesehatan yang besar.

Jumlah kepala keluarga di setiap kampung yang terkena musibah berkisar antara 100 lebih KK, dengan total 300-400 jiwa. Total keseluruhan warga lima kampung bisa mencapai 1.000 lebih orang.

Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, saat ditemui Jubi mengatakan dirinya akan segera bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze.

“Saya berharap ada respons positif dari dinas terkait dan tidak hanya menunggu petunjuk bupati. Harusnya dinas terkait segera turun ke lapangan melihat kondisi kehidupan masyarakat,” pintanya.

Moses mengatakan hampir setiap tahun, masyarakat dari beberapa kampung tersebut, mengalami musibah gelombang air laut pasang. Karena masyarakat tinggal tak jauh dari pinggir laut.

“Memang sudah ada rencana Pemkab Merauke beberapa tahun silam agar masyarakat setempat dipindahkan ke daerah lain. Hanya saja, belum terealisasi sampai sekarang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang, mengaku begitu mengetahui adanya air laut pasang di beberapa kampung, ia langsung memerintahkan tenaga medis di Puskesmas Waan melakukan kunjungan sekaligus memberikan pelayanan.

“Kami mengalami kendala melakukan komunikasi secara kontinu. Karena di sana tak ada jaringan telekomunikasi. Sehingga belum didapatkan informasi apakah ada yang terserang diare, Ispa maupun beberapa jenis penyakit lainnya,” kata dia.

Hanya saja, jelas Bolang, rentan sekali anak-anak terserang diare, Karena air yang biasa dikonsumsi, dipastikan sudah tercampur dengan air laut.

Belum lagi, katanya, kalau cadangan makanan sudah menipis, maka akan muncul penyakit lain. Karena pola makan dipastikan tak diperhatikan dengan baik.

“Sampai sekarang, saya masih menunggu laporan dari tenaga medis di Puskesmas Waan. Jika sudah ada perkembangan, akan saya informasikan kepada rekan-rekan wartawan,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Merauke, Sony Betaubun mengatakan, jika telah ada data riil yang dimiliki, bantuan untuk masyarakat di lima kampung disalurkan.

“Kita harus mempunyai data riil terlebih dahulu, agar bantuan yang dikirim, disesuaikan dengan jumlah masyarakat di lima kampung itu,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketika Perda nomor 8 tahun 2014 ditegakkan

Selanjutnya

Warga Kuda Mati tolak TNI masuk tim terpadu

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23631x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19264x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15696x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12766x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe