Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Marah di rumah sakit, ketua komisi I DPRD Biak siap terima sanksi
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 13:48
  • 1187x views

Marah di rumah sakit, ketua komisi I DPRD Biak siap terima sanksi

Adolf Baransano diduga melanggar etik saat marah terhadap tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Biak.
ilustrasi, kantor DPRD Biak Numfor-Jubi/ist
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Biak Numfor, Adolf Baransano, menyatakan siap menerima sanksi dari Badan Kehormatan dewan, terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik. Adolf Baransano diduga melanggar etik saat marah terhadap tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Biak.

“Saya terima apa pun keputusan,” kata Adolf Baransano, dikutip Antara, Rabu (17/1/2018)

Adolf mengaku marah saat meinjau RSUD biak Numfor  dalam rangka menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang berobat sehubungan dengan kehabisan obat. Menurut dia, sebagai anggota dewan, dia berkewajiban mengecek dan melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan di RSUD Kelas B Biak.

"Teguran dan kemarahan saya kepada tenaga dokter dan perawat yang berjaga dinas tidak bermaksud merendahkan profesi dokter, tetapi bentuk tupoksi anggota DPRD dalam menjalankan pengawasan terhadap berbagai program,” kata Adolf, menjelaskan.

Ia mengakui naik pitam saat menegur tenaga medis, karena terbawa emosi dengan kondisi yang terjadi di rumah sakit tersebut. Atas kejadian yang tidak menyenangkan dialami tenaga medis, Senin malam, dirinya menyampaikan permohonan maaf untuk kelurga besar manajemen RSUD Kelas B Biak. “Atas nama pribadi dan lembaga DPRD, saya moho maaf,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Biak, Zetth Sandy, mengatakan kasus dugaan pelanggaarn kode etik oleh anggota Dewan Biak sepenuhnya Badan Kehormatan DPRD setempat yang akan menanganinya.

"Pelaporan dugaan pelanggaran kode etik kepada anggota DPRD harus berdasarkan laporan dan bukti-bukti yang valid,” kata Zetth Sandy.

Bukti itu menjadi bahan bagi Badan Kehormatan melakukan verifikasi sebelum pemberian sanksi sesuai dengan aturan.

Kemarahan anggota dewan itu membuat ratusan petugas medis RSUD Biak Numfor mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Biak, Selasa, (16/1/2018). Mereka tak terima dengan pernyataan dan sikap Ketua Komisi I DPRD Biak Sdolf Baransano yang memarahi dan menegur tenaga medis saat berjaga terkait dengan kehabisan obat. (*)

loading...

Sebelumnya

Alasan ketua komisi I DPRD Biak marah di rumah sakit

Selanjutnya

Masyarakat Nabire mengaku puas menonton band-band legendaris Papua

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34257x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22195x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18557x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe