Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Pamer otot menuju PON 2020
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 16:27
  • 1513x views

Pamer otot menuju PON 2020

“Kita di Papua tidak kalah dari daerah lain. Kita punya atlet, tapi jarang ada turnamen yang bisa mengakomodir talenta-telenta ini,” katanya.
Binaragawan Papua saat bertanding di ajang Kejurda se Papua - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Binaraga menjadi salah satu cabang primadona Papua. Di multi ivent Pekan Olahraga Nasional (PON), cabor adu otot ini tidak pernah absen sumbang medali emas.

Menjaga tradisi tersebut, komunitas Papua aksi otot menggelar turnamen body contest dan binaraga selama tiga hari berlangsung di Sentani, kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura Matius Awoitauw meminta komunitas cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada penyelenggaraan PON XX/2020 di Papua dapat menggelar berbagai turnamen atau kompetisi yang bertujuan menciptakan dan menyiapkan atlet berprestasi kedepannya.

“Kami mengapresiasi panitia Papua aksi otot yang memperkrasai, sehingga mudah-mudahan ke depan banyak kelompok cabor lain yang buat, supaya menjelang PON 2020 ada suasana kesiapan yang terlihat dan itu merupakan pertisipasi,” kata Matius Awoitauw saat membuka body contest dan binaraga berlangsung di lapangan Ariyau Hawai, Sentani, Selasa (17/1/2018).

Menurut bupati, tidak perlu hanya menunggu panitia provinsi, namun sebaiknya dapat berkreasi sambil melakukan koordinasi dengan pemprov dan PB PON 2020.

“Anak-anak muda yang punya hobi untuk body contest dan bina raga, kita buka ruang untuk bisa mengekspresikan bakat-bakatnya, sebab olahraga seperti ini tidak membutuhkan biaya banyak, tapi dibutuhkan arena untuk bisa tampil dan menunjukan bakat dan hobi,” tuturnya.

Ditambahkan dilakukan body contest dan binaraga tersebut agar menggerakan masyarakat di Jayapura untuk bagaimana menyongsong PON sekaligus siapkan atlet.

“Ada kesempatan terbaik yang bisa kita ciptakan dari waktu ke waktu, supaya anak-anak ini tidak kemana-mana, tetapi menyalurkan waktu dan aktifitas mereka terhadap hal positif dan berprestasi, mungkin juga dari arena ini dapat mempersiapkan atlet PON 2020,” ujarnya.

Sekretaris panitia body contest dan binaraga, Marshal Suebu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan ruang kearah positif bagi generasi muda.

”Ini perdana dilakukan dengan juara dari setiap nomor mendapat hadiah sebesar Rp10 juta,” katanya merinci.

Turnamen diikuti 8 kabupaten di Papua seperti Kabupaten Sorong, Boven Digoel, Merauke, Timika, Biak, Serui, Kota dan Kabupaten Jayapura.

Kategori body contest ada 3 kelas dan binaraga ada 5 kelas.

Edo Apcowo, binaragawan Papua peraih medali emas PON XIX/Jawa Barat menilai, turnamen semacam ini harus rutin dilaksanakan, sehingga lewat ivent ini bisa dijaring bakat-bakat terpendam yang muncul.

“Kita di Papua tidak kalah dari daerah lain. Kita punya atlet, tapi jarang ada turnamen yang bisa mengakomodir talenta-telenta ini,” katanya.

Edo yang di PON Jawa Barat turun di kelas 70 kilogram berharap dari ajang ini juga pengurus cabang olahraga baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun KONI bisa memasukan dalam salah satu agenda tetap.

“Kita tidak ada turnamen rutin tiap tahun untuk adu otot maupun body contes sehingga sulit, kita mendapatkan atlet terbaik,” akunya.

Cornelis Amo atlet binaraga Papua lainnya sependapat dengan Edo. Menurutnya Papua untuk cabang binaraga memiliki potensi besar hanya tidak dibarengi sarana dan prasarana memadai dan terpenting sebuah turnamen rutin.

“Kita hanya tertinggal dari sisi ini. Sarana dan prasarana masih kurang serta turnamen yang tetap digelar tiap tahun,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Lusa, Freeport dan Persipura teken kerjasama di Jakarta

Selanjutnya

Pengurus KONI Papua dilantik pagi ini

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23631x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19264x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15696x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12766x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe