Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Warga Kuda Mati tolak TNI masuk tim terpadu
  • Rabu, 17 Januari 2018 — 17:19
  • 1080x views

Warga Kuda Mati tolak TNI masuk tim terpadu

Sebenarnya, lanjut Kapolres, TNI telah siap masuk dalam tim terpadu untuk ikut melakukan pengamanan di seputaran Kelapa Lima. Hanya masyarakat setempat menolak dengan alasan wilayah mereka tidak sedang darurat.
Pospol Kuda Mati yang terletak di kelurahan Kamundu, distrik Merauke, yang sempat tidak aktif selama kurang lebih dua tahun – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, mengatakan warga di Kuda Mati-Kelapa Lima, Kelurahan Kamundu menolak TNI masuk dalam tim terpadu untuk terlibat pengamanan pada malam hari di pos polisi tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Rabu (17/1/2018).

Dikatakan, dalam pertemuan tahun lalu telah ada tindaklanjut yang dilakukan dengan memperbaiki pospol serta pemasangan kembali meteran listrik.

“Memang mengalami keterlambatan penyelesaian, karena masih diselesaikan tunggakan meteran listrik yang banyak. Namun semua sudah selesai dan pospol, siap ditempati,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Kapolres, TNI telah siap masuk dalam tim terpadu untuk ikut melakukan pengamanan di seputaran Kelapa Lima. Hanya masyarakat setempat menolak dengan alasan wilayah mereka tidak sedang darurat.

“Katanya masyarakat juga akan menyampaikan secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke terkait penolakan TNI itu,” ujarnya.

Dikatakan, setelah ada penolakan itu pihaknya bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Fransiskus Sirfefa, merayakan Natal bersama warga Kuda Mati, beberapa waktu lalu.

“Saat itu, Pak Frans juga minta sekaligus menginstruksikan warga setempat tidak mengkonsumsi minuman keras lagi serta membuat keributan,” katanya.

Ditambahkan, dalam waktu dekat pospol segera ditempati anggoa kepolisian. Nantinya diatur lima orang menjaga dan dijadwalkan baik pagi maupun malam hari.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soeryadi, menambahkan dalam beberapa minggu terakhir, tidak ada yang melakukan tindakan kriminal di seputaran Kelapa Lima dan sekitarnya.

“Meskipun pospol belum ditempati, namun patroli rutin dilakukan anggota setiap hari baik pada siang maupun malam hari,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dua pekan berlalu, belum ada bantuan pangan bagi warga Waan

Selanjutnya

Kasus pencemaran nama baik Bupati Merauke ditingkatkan ke penyidikan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34005x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17477x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe