Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Kekerasan anak. Selain disiksa Clarita juga disekap ibunya
  • Minggu, 21 Januari 2018 — 18:38
  • 5862x views

Kekerasan anak. Selain disiksa Clarita juga disekap ibunya

Pelaku kekerasan terhadap Clarita adalah ibu kandungnya sendiri bernama Rolina Wahani
Aksi seribu lilin untuk Clarita di halaman Mapolres Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, mengatakan korban anak meninggal akibat Clarita Agatha Chritie, tak hanya disiksa oleh ibunya, anak berusia 9 tahun itu juga sering disekap.

“Tercatat kekerasan dilakukan dengan  menyiram air panas, memukul, ada bekas sulutan rokok, serta beberapa kali disekap di dalam kamar,” kata kata Yan Pieter, usai menerima aksi seribu lilin, di Mapolres Jayawijaya pada Minggu (21/1/2018)

Yan menyebutkan pelaku kekerasan terhadap Clarita adalah ibu kandungnya sendiri bernama Rolina Wahani. “Dan sudah diamankan pada Sabtu (20/1/2018) malam,” kata Yan menambahkan.

Menurut dia, pelaku sudah titipkan di Unit PPA Polres Jayawijaya, dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan pelaku menunjukan tersangka telah melakukan tindak kekerasan fisik dan psikis terhadap korban sejak September 2017.

"Hasil visum juga telah kami dapatkan dari RSUD Wamena, dan memang diakui juga telah lakukan kekerasan terhadap Clarita,” katanya.

Kematian Clarita Agatha Chritie menggugah solidaritas ribuan masyarakat Wamena yang menggelar  aksi 1000 lilin untuk Clarita Agatha Chritie.

"Kami harapkan kesadaran publik bahwa kekerasan itu tidak baik, karena ketika kekerasan terjadi akan mengganggu psikis anak, dan sebuah kenyataan yang dialami akibat kekerasan berujung fatal," kata Pendeta Emi Titiheru, koordinator aksi seribu lilin Clarita.

Ia menyatakan aksi itu sebagai wujud empati dan solidaritas atas apa yang telah dialami korban dan juga wujud rasa duka yang mendalam. Ia berpesan agar setiap orang tua menerima anak dari Tuhan harus mengasihi, melindungi dan menyayangi serta memberikan pendidikan yang baik, sehingga nantinya akan bertumbuh menjadi anak yang baik.

"Kami minta proses hukum kepada pelaku harus berlaku dengan baik dan seadil-adilnya, itu harapan kami," kata Emi, menegaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Wamena gelar aksi seribu lilin untuk Clarita

Selanjutnya

Festival Lembah Baliem daya tarik wisatawan mancanegara

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23631x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19264x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15696x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12766x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe