Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Papua masih validasi data kematian anak di Asmat
  • Senin, 22 Januari 2018 — 16:42
  • 707x views

Papua masih validasi data kematian anak di Asmat

Tercatat wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat bukan hanya soal kesehatan, tetapi  masalah lain yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai - Dok.Jubi
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Tim yang diturunkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua masih memvalidasi data kematian puluhan anak di Kabupaten Asmat. Tercatat wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat bukan hanya soal kesehatan, tetapi  masalah lain yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

"Tentu kami harapkan kematian anak di Asmat tidak boleh terulang kembali, sehingga penanganan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di sana sudah berjalan baik dan sesuai standar prosedur yang ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai, Senin (22/1/2018).

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinkes siap mengirimkan 10 tenaga medis menetap selama setahun di daerah itu, langkah itu untuk memulihkan kondisi kesehatan di Asmat.

"Tim pemulihan yang tergabung dari tim Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri dan Dinkes semua sudah bergerak ke Asmat," ujar Giyai menambahkan.

Saat ini tim dari Dinkes telah membuka Posko kesehatan di Agats, Asmat untuk memvalidasi data, sedangkan pemerintah provinsi  rencananya akan kembali mengirimkan logistik. 

"Penempatan tenaga medis di Asmat merupakan hal yang sama dilakukan oleh provinsi ke Koroway, Deiyai dan beberapa daerah lainnya waktu itu,” katanya.

Gubernur Papua Lukas Enembe, meminta Dinkes segera menangani masalah kesehatan yang terjadi di Asmat, dengan menurunkan tim kesehatan.

"Penanganan harus segera dilakukan, agar masalah seperti ini tidak kembali terjadi. Saya harap tim yang diturunkan bisa bekerja secara baik," kata Enembe. (*)

loading...

Sebelumnya

Pimpinan OPD diminta tak meninggalkan Papua tanpa izin gubernur

Selanjutnya

Papua segera bentuk Satgas percepatan perizinan usaha

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34005x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17477x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe