Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Ketua DAS Sentani: Lebih aman ikut pemerintah
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 11:09
  • 1214x views

Ketua DAS Sentani: Lebih aman ikut pemerintah

"Untuk lebih aman, ikut saja apa yang sudah diatur pemerintah. Kalau tidak demikian, yang akan susah adalah masyarakat sendiri. Pemerintah punya kewenangan mengatur segala sesuatu di daerah ini," kata Demas Tokoro.
Masih cukup banyak lapak di pasar Pharaa Sentani yang belum digunakan oleh pedagang - Jubi/Engel Wally  
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Demas Tokoro, minta masyarakatnya untuk ikut dan taat kepada peraturan yang dibuat pemerintah daerah. Secara khusus bagi para pedagang yang saat ini masih berjualan di tempat-tempat yang tidak semestinya dijadikan pasar.

"Untuk lebih aman, ikut saja apa yang sudah diatur pemerintah. Kalau tidak demikian, yang akan susah adalah masyarakat sendiri. Pemerintah punya kewenangan mengatur segala sesuatu di daerah ini. Oleh sebab itu, saya berharap kepada para pedagang yang masih berjualan di pasar-pasar yang tidak resmi, agar kembali ke tempat yang sudah disediakan pemerintah," kata Demas Tokoro, saat ditemui di Sentani, Selasa (23/1/2018).

Menurutnya, masih banyak masyarakatnya yang tidak taat aturan. Seperti adanya ‘pasar kaget’ di pertigaan jalan sosial dan di jalan pojok Hawaii. Dari sisi kebersihan, tentu sangat mengganggu. Sementara ada sudah pasar yang dibangun pemerintah, tapi mereka tidak mau menempatinya.

"Pasar kaget dipertigaan jalan dan dipinggir jalan utama sangat tidak bagus pemandangannya setelah mereka habis berjualan. Karena pasti banyak sampah yang tertinggal disana. Sementara ini jalan utama yang biasa digunakan oleh masyarakat umum tetapi juga tamu-tamu dari luar daerah," jelasnya.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, minta dinas terkait agar segera mengambil langkah tegas terhadap keberadaan pasar yang tidak resmi.

"Tidak ada yang menyuruh mereka berjualan di pinggir jalan. Sementara ada tempat yang sangat strategis sudah dibangun bagi kepentingan para pedagang ini. Oleh sebab itu, dinas terkait harus mengambil langkah tegas, sebab masih ada banyak agenda daerah yang akan dilaksanakan dan tempat ini harus ditata sebaik mungkin sehingga membawa kesan baik bagi yang berkunjung ke sini," ungkap Bupati. (*)

loading...

Sebelumnya

AHY kunjungi SD YPPK Bonaventura Sentani  

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Yang sudah dibangun, harus dijaga baik

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23631x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19264x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15696x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12766x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe