Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Warga kampung Toladan kesulitan air bersih
  • Selasa, 23 Januari 2018 — 19:36
  • 1387x views

Warga kampung Toladan kesulitan air bersih

“Kami dulu masih bisa minum air langsung dari mata air. Tapi sekarang ini sudah sangat susah. Kenapa? Coba lihat mereka bangun bak-bak besar untuk truk tangki air datang ambil. Itu merusak kah tidak? Buang sampah sembarang. Itu merusak kah tidak?” kata Kalpetus.
Sumber mata air di kampung Toladan yang sudah tidak terawat lagi - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Warga kampung Toladan RT 02 RW XI distrik Sentani kabupaten Jayapura mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Warga terpaksa menggunakan air yang berbau lumpur dan berpasir.

Seorang warga kampung Toladan, Kalpetus, mengatakan dalam kunjungan pejabat di Pemerintah provinsi Papua tahun 2017 lalu dijanjikan air bersih untuk warga kampung tersebut. Namun hingga kini belum juga ada realisasinya.

“Pernah dari provinsi datang dan mereka cuma lihat-lihat terus sampai sekarang belum ada perkembangan. Jadi kalau bisa jangan pemerintah hanya datang saja tapi harus ada tindakan nyata,” ucap Kalpetus, saat ditemui Jubi, di Sentani, Selasa (23/1/2018).

Kalpetus menambahkan air merupakan sumber utama dalam keluarga. Semua aktivitas di rumah perlu air bersih seperti untuk mandi, mencuci, dan memasak. Namun dengan kondisi seperti sekarang, sumber air bersih di kampung tersebut sudah tidak bagus lagi.

“Kami dulu masih bisa minum air langsung dari mata air. Tapi sekarang ini sudah sangat susah. Kenapa? Coba lihat mereka bangun bak-bak besar untuk truk tangki air datang ambil. Itu merusak kah tidak? Buang sampah sembarang. Itu merusak kah tidak?” kata Kalpetus setengah bertanya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah terkait air bersih di kampungnya. Apabila tidak dilakukan satu tindakan, akan mengakitbatkan hal yang fatal bagi warga disana, terutama anak-anak.

“Kalau pake air kotor dan bau begini, anak-anak bisa gatal-gatal dan mencret. Orang dewasa saja gatal-gatal. Apakah hal ini harus dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan supaya jangan ada orang yang sakit banyak,” ucap pria 28 tahun ini.

Di tempat terpisah, warga kampung Toladan, Seratus Kogoya, mengatakan memang ada dilakukan kunjungan namun belum tahu kapan akan dilakukan pembagunan itu sampai saat ini.

Iyo, mereka itu datang ketemu saya waktu itu dan bilang mau bikin bak untuk kita di kompleks Pulau, Muara, Lembah Sunyi, Asrama Nalca, dan Buton. Tapi dorang belum juga sampai sekarang ini,” katanya.

“Air ini penting, jadi harus bikin. Kenapa yang lain dapat, lalu di wilayah ini tidak dapat perbaikan air bersih. Kami pikir nanti besoknya datang bikin kah. Padahal tidak jadi. Kami cuma butuh itu air bersih, itu saja,” tuturnya menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemanfaatan danau Sentani terkendala pembebasan lahan

Selanjutnya

Sampah dibiarkan menggunung di pasar Pharaa Sentani

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34186x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21163x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18087x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe