Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Bupati Asmat targetkan wabah penyakit teratasi dalam sebulan
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 16:19
  • 918x views

Bupati Asmat targetkan wabah penyakit teratasi dalam sebulan

Ia mengaku saat ini penanganannya sudah hampir menjangkau 224 kampung.
Pertemuan antara Gubernur Papua Lukas Enembe, Bupati Asmat, dan Wakil Bupati Nduga dengan Presiden Jokowi dan beberapa menteri - Humas Gubernur.
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi - Bupati Asmat, Elisa Kambu menargetkan dalam waktu sebulan wabah campak dan gizi buruk di daerahnya akan teratasi. Ia mengaku saat ini penanganannya sudah hampir menjangkau 224 kampung.

"Sejak 16 Januari 2018, tim dari pusat maupun daerah sudah melakukan penananganan di 187 kampung, sisanya sementara sedang berjalan," kata Elisa, kepada wartawan usai pertemuan dengan Presiden di Istana Bogor, Selasa (23/1/2018) malam.

Pemkab Asmat tidak hanya fokus pada penanganan kesehatan saja, namun juga ketahanan pangan, pembenahan infrastruktur, dan  pelayanan dasar lainnya. "Komitmen pusat dan daerah adalah kerja bersama dan ini harus di selesaikan. Hal ini sesuai dengan instruksi bapak presiden kepada kami," ujar Elisa menambahkan.

Menurut dia , tim penanganan gizi buruk dan dan campak diback up beberapa lembaga dari Kementerian Sosial dan Kesehatan, Mabes TNI dan Polri, kantor Sekretariat Kepresidenanan, dan Kemendagri telah melakukan operasi bersama.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan di antaranya penanggann campak dan gizi buruk, pemberian vaksin campak kepada anak 0 hingga 14 tahun, menyiapkan upaya pasca penanganan campak serta rencana pendampingan dan pembinaan pasien gizi buruk.

Elisa menyebutkan ke depan pemerintah daerah akan membangun rumah layak huni yang dekat dengan akses kesehatan, khususnya Puskesmas yang sudah ada di semua distrik.

"Oprasionalnnya akan dipikirkan bersama agar menjangkau disemua kampung yang ada. Kami harapkan masyarakat tetap ada di kampung  jangan ada yang keluar," kata Elisa menjelaskan .

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan relokasi warga ke daerah lain tidak mungkin, tetapi hanya di wilayah mereka sendiri.

"Misalnya satu distrik kita carikan satu tempat untuk dibangun perumahan, kemudia fasilitas kesehatan, sanitasi itu bisa, tapi kalau pindahkan mereka ke daerah lain itu tidak bisa," kata Enembe. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Merauke diminta segera selesaikan masalah sumber air Rawa Biru

Selanjutnya

Mensos sebut penanganan Asmat dilakukan terpadu dan menyeluruh

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23634x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19267x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15697x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12767x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe