Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Penyair Papua kecam klaim sastra untuk kepentingan tertentu
  • Rabu, 24 Januari 2018 — 18:20
  • 2464x views

Penyair Papua kecam klaim sastra untuk kepentingan tertentu

Termasuk kegiatan sastra yang sering diklaim untuk kepentingan  tetentu.
Penyair asli papua ketika memeberikan keterangan - Jubi/ Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Kumpulan sastrawan dan penyair Papua mengecam sejumlah pihak yang selalu menjadikan Papua sebagai lahan komidi. Termasuk kegiatan sastra yang sering diklaim untuk kepentingan  tetentu.

“Kalau mau cari pengakuan jangan jadikan Papua sebagai lahan komoditi untuk kepentingan mereka,” kata  Penyair Asli Papua, Igir Alqatiri, kepada Jubi, Rabu, (24/1/2018).

Komentar yang ia sampaikan itu sebagai kritik terhadap FX Purnomo dan kawan-kawan yang mengklaim diri sebagai koordinator penyair Papua di Jakarta.  “Saya pertanyakan karya apa yang sudah dihasilkan dan diketahui oleh masyarakat Papua,” kata Igir, menambahkan.

Igir kecewa karena selama  ini mereka mengatasnamakan Papua untuk eksistensi dan kepentingan pribadi.  Praktek seperti  itu dinilai tidak baik karena cenderung menjual nama daripada menghasilkan karya.

Penyair Papua lain, Vony Aroggear, menyatakan  tak mengetahui sejumlah nama penyair yang mengatasnamakan sastrawan Papua.  “Karena memang belum diketahui karya dan kiprah  sebenarnya mereka,” kata Vony.

Sebagai penyair Papua ia meminta  oknum yang mengatasnamakan tersebut  tidak mengklaim sebagai  sastrawan Papua.  “Kami khawatir justru membuat image Papua terbeli,” kata Vony menjelaskan.

Sekertaris Komunitas Sastra Papua, Aleks Giyai, mengatakan  saat ini banyak penyair Papua yang  bangkit menuliskan karya sastra, sehingga perlu perhatian pemerintah. “Kami akan bangkit dan kami akan berdiri di tanah kami sendiri melindungi syair,” kata Aleks.

Ia minta penyair dari luar Papua tak merampas hak dan mengklaim kreativitas para sastrawan Papua.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Sampah dibiarkan menggunung di pasar Pharaa Sentani

Selanjutnya

SAMNP menilai Pemkot Jayapura masih lindungi pengusaha minol

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34046x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18722x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe