Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Rumah adat Samosir berpotensi jadi homestay
  • Kamis, 25 Januari 2018 — 19:13
  • 1482x views

Rumah adat Samosir berpotensi jadi homestay

Ada lebih seribu rumah adat Batak di wilayah kabupaten yang dikelilingi Danau Toba itu yang kondisinya masih baik dan layak untuk dimanfaatkan menjadi tempat penginapan.
Ilutrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Samosir,Jubi - Bupati Kabupaten Samosir Rapidin Simbolon mendorong pemberdayaan rumah adat Batak yang ada di wilayah Samosir, Sumatera Utara, menjadi tempat penginapan bagi wisatawan dengan model rumah penginapan (homestay).

Menurutnya, ada lebih seribu rumah adat Batak di wilayah kabupaten yang dikelilingi Danau Toba itu yang kondisinya masih baik dan layak untuk dimanfaatkan menjadi tempat penginapan.

Menurutnya, pemanfaatan rumah adat menjadi tempat penginapan cukup unik dan menarik bagi wisatawan karena memberi sensasi kehidupan tradisi orang Batak.

Potensi rumah adat yang bisa dimanfaatkan menjadi homestay sangat besar. Saat ini diperkirakan lebih dari 1.300 rumah adat di wilayah Samosir. Lebih dari 50 persen di antaranya tidak lagi dihuni karena berbagai alasan, di antaranya keluarga yang merantau atau sudah memiliki rumah yang lain.

Hampir seluruh rumah adat Batak yang ada saat ini berusia ratusan tahun, yang butuh sentuhan pelestarian. Dengan pemanfaatan menjadi homestay, akan memberi manfaat ganda, yakni ada pendapatan tambahan bagi pemilik serta pemilik akan merawat dan meestarikan rumah adat miliknya.

Sebelumnya, di akhir pekan lalu, di Medan, Ketua Pokja Pariwisata Danau Toba dan Pariwisata Berkelanjutan Universitas Sumatera Utara Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa pemanfaatan rumah adat Batak menjadi homestay cukup tepat.

"Rumah adat Batak harus dibuat bersih, disediakan toilet yang bersih, dan diupayakan mudah dicapai. Hal-hal tersebut saya kira tidak terlalu sulit, bisa dilakukan para pemiliknya," katanya. (*)
 

loading...

#

Sebelumnya

DPRD Jayawijaya diminta membentuk Pansus Pilkada

Selanjutnya

Pelajar jual koran sambil sekolah di Yahukimo

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34002x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18426x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17463x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe