Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Aparat penegak hukum harus profesional dan netral dalam Pilgub 2018
  • Kamis, 25 Januari 2018 — 21:29
  • 1252x views

Aparat penegak hukum harus profesional dan netral dalam Pilgub 2018

"Kita punya pengalaman pilkada terlama. Tetapi situasi keamanan dan ketertiban yang kita jaga selama pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun lalu harus menjadi contoh untuk kita bersama-sama menjaga pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang aman dan damai," jelas Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.
Simulasi pilkada serentak yang dilakukan di kabupaten Jayapura tahun 2017 - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, minta semua pihak agar senantiasa menjaga profesionalisme dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum serntak pada bulan Juni 2018 mendatang.

Hal ini ditegaskan secara khusus kepada aparat penegak hukum agar senantiasa melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Sementara masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing.

"Menjelang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara khusus Gubenur dan wakil Gubenur Papua, kita berharap agar semua pihak dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan tidak melanggari aturan yang telah ditetapkan," ujar Bupati Mathius Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Kamis ( 25/1/2018).

Bupati menjelaskan daerah yang dipimpinnya mempunyai pengalaman penyelenggaraan pilkada yang cukup lama di tahun 2017. Hal itu dapat dijadikan contoh untuk pelaksanaan Pilgub nanti. 

"Kita punya pengalaman pilkada terlama. Tetapi situasi keamanan dan ketertiban yang kita jaga selama pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun lalu harus menjadi contoh untuk kita bersama-sama menjaga pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang aman dan damai," jelasnya.

Hal senada disampaikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Izhak Hikoyabi. Pilkada di Papua harus berjalan damai dan aman terkendali sesuai aturan yang telah ditetapkan berdasarkan jadwal yang diberlakukan dari tingkat pusat hingga masing-masing daerah.

"Kita sudah komitmen untuk melaksanakan Pilkada yang damai, aman, dan berintegritas. Oleh sebab itu untuk menuju ke sana adalah upaya kita bersama. Tidak hanya penyelenggara tetapi semua yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada wajib menjaga dan mengamanatkan jalannya Pilkada," ungkapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Bank sampah Khena Mbay Umbai merambah kampung dan kelurahan 

Selanjutnya

Bupati minta dinas terkait serius urus pasar Pharaa 

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34483x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23217x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19041x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15596x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe