Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Nabire peringkat kedua kematian akibat AIDS
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 19:10
  • 3343x views

Nabire peringkat kedua kematian akibat AIDS

Tercatat angka penderita yang meninggal di daerah itu mencapai 316 kasus, atau di bawah Jayawijaya yang mencapai 400 kasus dari total penderita HIV AIDS se Papua yang mencapai 5.923 kasus.
Poliklinik VCT di RSUD Nabire, Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Kabupaten Nabire menempati urutan ke dua angka kematian akibat AIDS. Tercatat angka penderita yang meninggal di daerah itu mencapai 316 kasus, atau di bawah Jayawijaya yang mencapai 400 kasus dari total penderita HIV AIDS se Papua yang mencapai 5.923 kasus.

”Jika dilihat data tahun 2016 hampir sama bahwa jumlahnya mencapi 966 kasus,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, kepada Jubi, Kamis (25/01/2018)

Ia menyebutkan perkembangan penderita HIV AIDS di Kabupaten Nabire pada 2017 secara epidemoligi penurunan, tak dipungkiri jika  Distrik Kota atau Distrik Nabire sebagai daerah endemik.

“Meski rata-rata penanganannya lebih kompleks artinya lebih bagus karena ketersediaan layanan,” kata Alfred, menambahkan.

Menurut Alfred,  pemerintah Nabire  membuka layanan Voluntary Conseling dan testing (VCT) atau pusat konseling tes suka rela. Sedangkan penyebab banyaknya kasus atau penderita adalah hubungan sekx bebas yang sering berganti – ganti pasangan.

Munculnya penyakit membahayakan tersebut terjadi sejak tahun 1998 dipengaruhi  oleh banyaknya imigrasi yang sering keluar masuk Nabire.

“Program tahun 2017 adalah bukan penurunan atau peningkatan akan tetapi kita harus berupaya untuk menemukan mereka yang terinfeksi,” kata Alfred menjelaskan.

Tahun 2018 ini lembaganya  terus berupaya menemukan penderita atau yang tertular, sehingga program masih sama seperti tahun sebelumnya.

Kepala Ruangan Polik VCT RSUD Nabire, Benyamin Haehey, mengatakan tidak ada wilayah kerja khusus serta ruangan untuk merawat pasien terinveksi HIV/AIDS. Dia mengaku hanya mengatur dan menerima laporan dari Kuskesmas yang ada.

“Kami tidak punya ruangan dan wilayah kerja khusus. Kami haya menampung data dari Puskesmas,” katanya

Poliklinik VCT adalah layanan atau ruangan yang menangani penderita, ini  merupakan bagian dari RSUD Nabire. “Kerja petugas pada ruangan menjaring pasien untuk  perawatan,” katanya.

Ia mendapat pasien dari ruangan yang tersebar di RSUD, selain ada yang biasanya datang minta periksa atau minum obat. Rata-rata sehari ada sekitar  10 pasien yang ditangani, termasuk pasien lama dan baru. (*)

loading...

Sebelumnya

Cara Jakarta sikapi kematian anak-anak di Asmat (2)

Selanjutnya

Napi narkoba di Wamena dipindahkan karena menyuap

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34461x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23155x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19020x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe