Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pemkab Merauke sediakan pupuk nonsubsidi sebagai alternatif
  • Jumat, 26 Januari 2018 — 18:59
  • 1634x views

Pemkab Merauke sediakan pupuk nonsubsidi sebagai alternatif

“Kami tidak bisa membeli pupuk nonsubsidi karena harganya terlalu mahal. Lagi pula pendapatan kami petani kecil, sangat minim,” kata Marsuki, salah seorang petani di Kampung Sidomulyo, Distrik Tanah Miring.
Lahan persawahan masyarakat yang sudah dibajak, namun belum ditanami padi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tetap menyediakan pupuk nonsubsidi untuk mengantisipasi adanya kelangkaan pupuk bersubsidi bagi petani di kampung-kampung menjelang musim tanam.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Eddy Santoso, kepada Jubi, Jumat (26/1/2018). 

“Tahun lalu kami memasok pupuk nonsubsidi sebanyak tujuh ribu ton. Rencana tahun ini akan dipasok juga tetapi jumlahnya belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Dikatakan, pupuk nonsubsidi disiapkan tidak lain sebagai cadangan untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk bersubsidi di kalangan petani.

“Memang harga pupuk nonsubsidi termasuk mahal, di kisaran harga Rp 7 ribu/kg. Namun sebagian besar petani tetap membeli karena sangat membutuhkan saat musim tanam,” ungkapnya.

“Saya memahami kalau tidak semua petani bisa membeli pupuk nonsubsidi. Karena harga juga mahal dan tentunya tidak hanya satu atau dua kilo dipesan, tetapi jumlahnya banyak, mengingat lahan dibuka juga luas,” tuturnya menambahkan.

Ditanya tentang pengawasan penyaluran pupuk, Eddy mengaku ada tim pengawas pupuk maupun pestisida dari kabupaten yang siap melakukan pemantauan secara kontinyu saat penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan.

“Sejauh ini, belum ada laporan dari petugas maupun petani kalau ada kelangkaan pupuk. Selama ini yang jadi masalah adalah kelangkaan pupuk bersubsidi pada saat masa tanam tiba,” ujarnya.

Marsuki, salah seorang petani di Kampung Sidomulyo, Distrik Tanah Miring, mengaku setiap tahun mereka kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dari para pengecer.

“Kami tidak bisa membeli pupuk nonsubsidi karena harganya terlalu mahal. Lagi pula pendapatan kami petani kecil, sangat minim,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Petani kampung Sidomulyo butuh bantuan alat pertanian

Selanjutnya

Pupuk langka, petani pasrah

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23152x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19019x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe