Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Sejak 2013 terbengkalai, Mahasiswa Raja Ampat desak Pemkabnya selesaikan asrama
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 21:30
  • 1831x views

Sejak 2013 terbengkalai, Mahasiswa Raja Ampat desak Pemkabnya selesaikan asrama

Namun rumah kontrakan itu hanya memiliki 13 kamar, yang tidak bisa menampung jumlah mahasiswa yang kian melonjak tiap tahun. Sehingga dalam satu kamar yang hanya berukuran 2x3 meter persegi, bisa dihuni oleh dua sampai 3orang mahasiswa," terang Amri kepada Jubi, Minggu (28/01/2018), di Jayapura, Papua.
Asrama mahasiswa Raja Ampat yang sedang di bangun sejak tahun 2013, tak kunjung selesai. - Jubi/Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang mengenyam pendidikan di  Jayapura mendesak  Bupati Raja Ampat untuk menyelesaikan pembangunan asrama yang berada di Expo, Waena.

Wakil ketua asrama mahasiswa Kabupaten Raja Ampat,  Amri Sauyai mengatakan, pengerjaan asrama ini terbengkalai sejak 2013, atau sejak masa kepemimpinan Marcus Wanma dan Indah Arfan, yang telah purna tugas menjadi Bupati dan Wakil Bupati setempat.

"Pada awalnya tahun 2013 asrama tersebut terendam banjir sehingga Pemkab Raja Ampat mengontrak sebuah rumah di daerah Perumnas III Waena untuk dijadikan asrama sementara. Namun rumah kontrakan itu hanya memiliki 13 kamar, yang tidak bisa menampung jumlah mahasiswa yang kian melonjak tiap tahun. Sehingga dalam satu kamar yang hanya berukuran 2x3 meter persegi, bisa dihuni oleh dua sampai 3orang mahasiswa," terangnya kepada Jubi, Minggu (28/01/2018), di Jayapura, Papua.

Akibat kondisi itu, banyak mahasiswa yang terpaksa harus tinggal di kos-kosan, dan tentu ini menjadi beban bagi mahasiswa dan juga keluarga mereka, dalam hal finansial.

“Sesuai laporan pengurus asrama, kontrakan sekarang dihuni oleh 33 mahasiswa, sedangkan mereka yang berada di kos-kosan sekitar 120 orang dari total mahasiswa Raja Ampat yang mengenyam pendidikan di Jayapura sekitar 150 orang lebih,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua asrama mahasiswa Kabupaten Raja Ampat, Samuel Burdam. Ia  mendesak agar Pemkab dapat melihat permasalahan yang dialami mahasiswa, terutama pembangunan asrama yang tak kunjung selesai.  

"Pemkab dalam misinya "Raja Ampat pintar" sudah semestinya memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana di bidang pembangunan SDM. Namun kenyataannya bertolak belakang dengan misi tersebut, sehingga kami minta Bupati terpilih sekarang ini, dapat melanjutkan program pembangunan asrama yang sudah dimulai oleh mantan Bupati sebelumnya," pintanya.

Samuel berharap, Pemkab Raja Ampat dapat mendengar keluhan mahasiswanya dan menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang ada, sehingga tidak menjadi beban anggaran dikemudian hari bagi pemerintah daerah dan tidak pula menjadi tanda tanya bagi mahasiswa. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Sabotase pipa, air galon dan tunggakan 1 miliar di RSUD Jayapura

Selanjutnya

HMPLJ kota studi Jayapura pertanyakan dana studi akhir

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34320x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22553x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18764x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe