Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Peringatan 90 tahun Injil masuk Doyo, masyarakat diminta jaga kerukunan
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 06:58
  • 763x views

Peringatan 90 tahun Injil masuk Doyo, masyarakat diminta jaga kerukunan

"Awalnya kita hanya satu kampung di Doyo. Setelah menerima Injil, dalam perkembangannya, bertambah jumlah penduduk dan denominasi gereja. Ada GKI, Pantekosta, Gidi, Kingmi, dan Advent. Tetapi hari ini kita merayakan masuknya Injil di kampung ini tanpa memandang denominasi gereja yang ada seraya mengucap syukur atas 90 tahun kita masih tetap bersama," jelas Origenes Kaway.
Suasana sukacita masyarakat kampung Doyo dalam gereja Imanuel Doyo Lama - Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Peringatan 90 tahun masuknya injil di kampung Doyo distrik Waibhu diperingati warga empat kampung di distrik tersebut. Dalam momen istimewa ini, warga diminta menjaga kerukunan antar denominasi gereja maupun dengan umat agama lain. 

Ondoafi Kampung Bambar, Origenes Kaway, mengatakan kampung Doyo adalah kampung mula-mula. Semua masyarakat di bagian barat pesisir danau Sentani menerima masuknya injil di tahun 1927. Sejalan dengan perkembangan dan pertambahan jumlah penduduk, lahirlah beberapa kampung lainnya di Waibhu. 

"Awalnya kita hanya satu kampung di Doyo. Setelah menerima Injil, dalam perkembangannya, bertambah jumlah penduduk dan denominasi gereja. Ada GKI, Pantekosta, Gidi, Kingmi, dan Advent. Tetapi hari ini kita merayakan masuknya Injil di kampung ini secara bersama tanpa memandang denominasi gereja yang ada seraya mengucap syukur atas 90 tahun kita masih tetap bersama," jelas Origenes Kaway, saat ditemui di Kampung Doyo, Senin (29/1/2018).

Seorang tokoh masyarakat kampung Doyo, Thomas Yappo, mengaku pada waktu itu proses masuknya Injil di kampungnya sangat sulit. Masyarakat masih hidup dengan kepercayaan terhadap roh-roh yang dianggap lebih berkuasa.  Bahkan pada saat itu perang untuk merebut kekuasan wilayah masih berlangsung. 

"Dari ceritera para tua-tua kampung, waktu itu bahwa proses masuknya Injil di kampung ini diawali dengan pengutusan sejumlah orang dari kampung ini yang dianggap mempunyai kekuatan dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain di kampung.  Mereka menuju ke kampung Borowai. Disanalah mereka menemukan seseorang yang diutus sebagai pembawa Injil serta terang kebenaran bagi kita semua di kampung Doyo hingga saat ini, " ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati minta dinas terkait serius urus pasar Pharaa 

Selanjutnya

Homfolo, pilot project kampung sehat di kabupaten Jayapura 

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34461x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23155x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19020x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe