Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Indonesia penyumbang sampah laut terbesar ke dua di dunia
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 10:37
  • 1061x views

Indonesia penyumbang sampah laut terbesar ke dua di dunia

Sampah laut yang dihasilkan Indonesia diperkiraan 1, 29 juta metrik  ton setiap tahun.
Tumpukan sampah di samping gedung E Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Jubi/Dok
Edi Faisol
Editor :
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Denpasar, Jubi- Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags dan  Satu Pulau Satu Suara, Melati Wijsen, menyebutkan Indonesia menjadi penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Sampah laut yang dihasilkan Indonesia diperkiraan 1, 29 juta metrik  ton setiap tahun.

“Ini menjadi salah satu alasan saatnya seluruh pihak berbagi tanggung jawab atas permasalahan sampah sehingga  kita bisa stop pencemaran sampah plastik,” kata Melati, dalam siaran pers yang diterima Jubi, Selasa (30/1/2018).

Mensikapi tingginya produksi sampah itu para pecinta lingkungan  menggelar kampanye Bye Bye Plastic Bags dan  Satu Pulau Satu Suara pada tanggal 24 Februari 2018 mendatang.

”Kampanye dengan aksi bersih – bersih pulau mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk membantu menyelesaikan permasalahan sampah,” kata Melati menambahka.

Aksi  upaya menghentikan bencana ekologis itu bukan hanya dilakukan di Bali, namun diseluruh pesisir pantai di Indonesia dan menjadikan permasalahan sampah sebagai prioritas pemerintah dalam mengatasinya.

Aktivis lingkungan, Suzy Hutomo, mengatakan permasalahan sampah menjadi momok di sejumlah kawasan laut, di antaranya pulau Bali dan sejumlah pulau lain  di Indonesia. Ia menyebutkan sampah laut selalu hadir dengan jumlah banyak setiap musim hujan.

“Pulau- pulau di Indonesia panen sampah plastik dari lautan. Dampak sampah laut terhadap lamun dan biota yang dapat mengubah dan menyebabkan kerusakan habitat secara fisik,” kata Suzy.

Hal itu sangat dirasakan langsung oleh masyarakat Bali yang menghadapi tumpukan sampah di pinggiran pantai usai hujan dan badai turun. “Padahal, pantai merupakan salah satu aset utama pulau Bali yang mengandalkan sektor pariwisata,” kata Suzy menyayangkan.

Kondisi itu bertentangan dengan prinsip sustainable tourism, ketika negara harus merawat sumber daya alam, khususnya pantai sebagai  kunci untuk menarik minat wisatawan untuk datang kembali ke Bali. (*)

loading...

Sebelumnya

Sampah plastik menjadi isu kampanye satu pulau satu suara

Selanjutnya

Kerugian pencemaran plastik Indonesia mencapai USD 2,91 miliar

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34050x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18849x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17618x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe