Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Menanti peresmian pasar mama-mama Papua
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 23:33
  • 1761x views

Menanti peresmian pasar mama-mama Papua

“Pasar sudah ada. Kami ingin cepat masuk. Kenapa pasar sudah ada tetapi kami belum masuk?” katanya kepada Jubi di Pasar Mama-Mama Papua, Jalan Percetakan, Kota Jayapura, Senin (29/1/2018).
Aktivitas jual-beli di Pasar Mama-Mama Papua, Jalan Percetakan, Kota Jayapura – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mama Hermina Wanggai, 40 tahun, mengungkapkan kekecewaannya. Matanya berkaca-kaca. Terbersit sebuah harapan.

Raut mukanya menahan keringat yang bercucuran sembari menunggu pembeli di kiosnya, yang hanya seluas kira-kira 1,5x2 meter. Sedangkan di dalam pasar, pedagang Papua lainnya sibuk dengan barang-barang dagangannya.

“Pasar sudah ada. Kami ingin cepat masuk. Kenapa pasar sudah ada tetapi kami belum masuk?” katanya kepada Jubi di Pasar Mama-Mama Papua, Jalan Percetakan, Kota Jayapura, Senin (29/1/2018).

Ia meminta Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) segera meresmikan pasar tiga lantai, yang dibangun di atas lahan milik DAMRI seluas 4.490 meter persegi itu. Dengan demikian dirinya bersama enam orang lainnya, yang mengelola kios dan warung makan dapat berjualan di areal pasar.

“Kalau untuk mama-mama yang menjual sayuran sendiri sudah ada tempat, tetapi kami yang punya warung dan kios kecil ini belum ada tempat,” katanya.

Data Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) menyebutkan, 500 ibu berjualan di pasar mama-mama ini. Mereka menjual bumbu, sayur-sayuran, ubi, ikan basah dan ikan azar. Selain itu, ada 300 anak dan orang luar pasar yang masuk dan berjualan di sini.

Pasar mama-mama diperjuangkan sejak tahun 2003 oleh sejumlah aktivis dan media, termasuk Solpap. Lalu dibangun pasar sementara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun melakukan peletakan batu pertama pembangunannya pada 30 April 2016.

Tidak sampai setahun pembangunannya selesai, dan rencana diresmikan Presiden Jokowi tanggal 10 Mei 2017. Namun, hal itu urung dilakukan. Peresmiannya diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, diminta secepatnya diresmikan.

“Ada beberapa bangunan yang belum dibangun hingga saat ini. Ketika mereka pindah, mama-mama yang mempunyai warung-warung ini tidak akan pindah karena tidak ada tempat,” kata Hermina.

Sekretaris Solpap Natan Naftali Tebay mengatakan, sejak pertemuan pertama Wali Kota BTM mengaku masih menunggu surat hibah dari Kementerian/BUMN kepada Pemkot. Namun, pada pertemuan kedua, Pemkot tidak menunjukkan surat dari BUMN, yang telah dibicarakan pada pertemuan sebelumnya dengan mama-mama Papua.

“Sudah sampai di mana, apakah tim sudah dibentuk? Kami desak pemerintah kota, pokja, dan Pemerintah Provinsi Papua duduk bersama, kemudian kapan mempersilakan mama-mama masuk (pasar),” katanya.

Menurutnya, tiga pihak ini sedianya melibatkan mama-mama Papua terkait peresmian pasar.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Mama-mama disalahkan, padahal mereka adalah korban kebijakan. Sejak tahun 2003-2016 pemerintah tidak pernah memperhatikan mama-mama Papua,” katanya.

Namun, lanjutnya, ketika pasar sudah dibangun, pemerintah seolah-olah mau memperhatikan mama-mama Papua,” ujarnya.

Solpap bahkan meminta Ombudsman RI Perwakilan Papua dan KIP (Komisi Informasi Publik), untuk mendampingi mama-mama Papua dan mengawasi pelayanan publik di pasar.

“Jangan melihat pasar ini sebelah mata. Jangan juga melihat ada desakan dari atasan baru mau melihat kepentingan mama-mama, tetapi melihat kepentingan bersama,” katanya.

Ia mengatakan, secara administrasi pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menyingkirkan mama-mama dari pasar. Semestinya pemkot melakukan pendampingan sejak awal.

“Tetapi itu tidak ada. Kami harap setelah pasar disepakati bagaimana kemudian mama-mama ini diberi pembekalan, seperti yang pemerintah tawarkan,” ujarnya.

Selain itu, mama-mama juga harus diberi modal, dilatih merawat fasilitas pasar, dan memperhatikan pegawai pasar.

“Jadi, ini sebenarnya bertolak belakang dengan bagaimana memberdayakan masyarakat kecil,” katanya.
Lanjutnya, warung dan kios berjumlah enam buah. Pokja Papua belum membangun tempat cuci buah dan sayur.

“Tempat jualan mama minta bongkar agar mereka jual dalam keadaan duduk, bukan berdiri,” katanya.

Wali Kota BTM belum lama ini menyebutkan nota kerja sama BUMN, yaitu DAMRI dan Telkom sudah dikaji Kabag Hukum Kota Jayapura.

Sebelum masuk ke pasar ini, mama-mama juga akan diberikan pelatihan-pelatihan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota, yang akan dikoordinir oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jayapura.

“Saya harapkan mama-mama harus ikut pelatihan tersebut, karena akhir dari perhatian mereka akan diberikan sertifikat. Di samping itu juga akan diberikan bantuan dari bank Mandiri, maka mereka wajib mengikuti pelatihan,” katanya.

Pasar ini, sebutnya, akan ditangani sepenuhnya oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Jayapura.

“Kami akan tunjuk Plt.-nya, siapa kepala pasar di situ dan juga kami akan melibatkan Solpap dalam kepengurusan kita nanti terkait pengelolaan pasar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, para pedagang di sekitar kawasan itu, seperti penjual pinang dan buah-buahan akan dimasukkan ke pasar mama-mama Papua. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda peresmiannya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPK mengharap masyarakat Jayapura mengawasi dan mencegah korupsi

Selanjutnya

Penumpang keluhkan troli di bandara Sentani dikuasai porlap dan porter

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34049x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18843x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17617x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe