Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Rumah terendam air pasang, ratusan masyarakat Marind-Buti mengungsi
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 15:42
  • 544x views

Rumah terendam air pasang, ratusan masyarakat Marind-Buti mengungsi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Merauke, Tiasoni Betaubun, saat ditemui di GOR Hiad Sai, Kamis (1/2/2018), menjelaskan sejak Rabu (31/1/2018) sore, pasca gelombang besar, perumahan masyarakat Marind-Buti di RT 9, RT 22, dan RT 23, Kelurahan Samkai, terendam air laut.
Ratusan masyarakat Marind-Buti yang ditampung sementara di GOR Hiad Sai Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sekitar 315 masyarakat Marind-Buti, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke  mengungsi dan ditampung sementara di GOR Hiad Sai. Dalam dua hari terakhir terjadi gelombang pasang dan merendam perumahan mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Merauke, Tiasoni Betaubun, saat ditemui di GOR Hiad Sai, Kamis (1/2/2018), menjelaskan sejak Rabu (31/1/2018) sore, pasca gelombang besar, perumahan masyarakat Marind-Buti di RT 9, RT 22, dan RT 23, Kelurahan Samkai, terendam air laut.

“Begitu kami mendapatkan informasi, langsung bergerak ke lokasi dan membawa warga yang berjumlah 81 kepala keluarga itu untuk ditampung sementara di GOR Hiad Sai,” ungkapnya.

Selama berada di tempat penampungan, mereka diberikan makan selama tiga kali. Juga bantuan lain berupa pakaian, handuk, sabun mandi dan cuci, serta beberapa kebutuhan lain.

“Bupati Merauke, Frederikus Gebze, memerintahkan kepada saya agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, termasuk kebutuhan selama mereka berada di tempat penampungan,” ungkapnya.

Ditanya berapa lama mereka akan ditampung di GOR Hiad Sai, Tiasoni mengatakan pihaknya belum bisa memastikan karena gelombang laut sampai hari ini masih sangat tinggi. Tak menutup kemungkinan sejumlah kampung lain yang berada di pinggir kota, akan dievakuasi ke GOR Hiad Sai.

“Staf saya sedang memantau beberapa tempat seperti di Kampung Matara, Ndalir, dan beberapa daerah lain. Jika perumahan warga terendam, tentunya mereka harus dibawa dan ditampung di GOR ,” tuturnya.

Seorang warga Marind-Buti, Regina Gebze, menuturkan sudah dua hari tinggal di GOR Hiad Sai.

“Gelombang laut tahun ini lebih besar, sehingga merendam puluhan rumah warga. Ya, kami memilih tinggal sementara disini sampai menunggu rumah kering terlebih dahulu,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gelombang laut tinggi, bantuan ke Waan belum dikirim

Selanjutnya

Anak-anak Marind-Buti di tempat penampungan mulai diserang diare dan ISPA

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23152x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19019x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe