Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ini rancangan Perdasus pedagang asli Papua
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 17:30
  • 1233x views

Ini rancangan Perdasus pedagang asli Papua

Rancangan perdasus itu bagian dari perjuangan rakyat Papua di sektor ekonomi mikro.
Mama-mama pasar sedang berdiskusi dengan mama-mama Papua di pasar sementara - (Jubi/ Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) mengajukan rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur pedagang asli Papua ke dewan perwakilan rakyat setempat. Rancangan perdasus itu bagian dari perjuangan rakyat Papua di sektor ekonomi mikro.

“Agar proteksi terhadap pedang asli Papua berjalan baik maka harus ada regulasi khusus memproteksi,” kata Sekertaris Solidaritas Pedagang Asli Papua, Natan Naftali Tebay, kepada Jubi, Kamis, (1/2/2018).

Natan mengatakan pedagang asli Papua tidak butuh pelatihan, penyadaran, dan kegiatan lain-lain. Mereka hanya membutuhkan Regulasi Perdasus agar tak tersingkir dari sistem perdagangan dan penguasaan modal yang bebas di Papua.

Perdasus rencananya dirancang dan disamakan dengan konsep DPRP, salah satu isinya pedagang asli Papua mendapat modal untuk mengembangkan usaha.”Modal usaha itu penting untuk pengembangan. Misalnya awalnya mama-mama menjual singkong bisa dikembangkan berupa keripik yang bisa dipasarkanke  toko modern langsung,” kata Natan menjelaskan.

Regulasi itu berkaitan dengan kehidupan langsung dengan mama-mama pedangan Papua sendiri. Solpap akan mebuat naskah akademik dan ditawarkan kepada DPR.

Anggota DPR Papua, John NR Gobai, mengakui lembagnya saat ini terkendala hibah Kementerian BUMN kepada Pemkot Jayapura, untuk menggunakan Pasar Mama-mama. “Kendalanya pada hibah dari Kementerian BUMN kepada Pemkot Jayapura,” kata Gobai.

Ia ingin keterlibatan semua pihak  membantu agar pasar baru dibuka sehingga mama-mama pedangang  bisa berjualan di tempat. John Gobai juga meminta agar Kementrian BUMN segera mengeluarkan surat hibah bangunan Pasar Mama Papua, yang telah selesai dibangun.

“Jadi setelah ada hibah maka Pemprov Papua segera meresmikan Pasar tersebut,” ujar Gobai menjelaskan. (*)


 

loading...

Sebelumnya

DPR Papua jalur Otsus kunjungi pasar mama-mama

Selanjutnya

Ketika sampah dibuang di kali

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23152x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19019x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe