Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga beras premium di Jayapura masih mahal 
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 18:43
  • 3480x views

Harga beras premium di Jayapura masih mahal 

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura, Kamis (1/2/2018), harga beras medium masih berada di kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram. Sedangkan beras premium naik Rp 1.000/kg yang sebelumnya Rp 14 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg. 
Harga beras premium masih mahal di pasar Youtefa - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Harga beras premium di Jayapura masih belum turun. Sekarang ini ada kenaikan sebesar Rp 5.000 per karungnya.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura, Kamis (1/2/2018), harga beras medium masih berada di kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram. Sedangkan beras premium naik Rp 1.000/kg yang sebelumnya Rp 14 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg. 

Pedagang beras di pasar Youtefa, Muhamad Mardiansyah, mengatakan harga beras premium sekarang ini cenderung naik dan tak stabil.

"Biasanya harga beras premium akan turun ketika ada panen raya. Tapi kita akan lihat apakah juga mau turun di Jayapura, sebab ini terjadi sejak awal Januari lalu," katanya.

Selain beras, ada kenaikan harga ketan yang cukup signifikan, sekitar Rp 50-60 ribu per karung isi 25 kg.

“Saya jual Rp 600 ribu/25kg. Ada yang jual Rp 610 ribu/25kg,” lanjutnya. 

Komoditas lain seperti bawang merah turun harga dari Rp 45 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Bawang putih juga turun harga dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu/kg.

“Untuk lainnnya masih stabil,” ujarnya.

Pedagang besar PT Maju Makmur, Nurudin, mengaku Februari ini banyak kenaikan harga selain karena barang atau stok tidak ada juga karena kenaikan UMP dan operasional. Khususnya mulai membatasi membeli beras dari luar Papua karena harganya mahal.

"Rugi kita kalau sudah beli beras banyak, tiba-tiba harga beras turun karena panen, tidak mungkin kita mau tetap jual dengan harga tinggi pasti tidak ada yang beli," katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Januari, kota Jayapura deflasi tertinggi se Indonesia 

Selanjutnya

Peneliti Jepang gandeng SMK di Jayapura kembangkan bibit kedelai

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34260x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22224x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18570x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe