Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Tim medis Unhas berangkat ke Asmat bulan ini
  • Minggu, 04 Februari 2018 — 09:32
  • 669x views

Tim medis Unhas berangkat ke Asmat bulan ini

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, di Makassar, Sabtu (03/02/2018), mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial untuk mempersiapkan kegiatan sosial tersebut.  
Ilustrasi - Jubi/Dok
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi - Kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, menuai kepedulian Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Rencananya, tim medis dari Unhas, dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke Kabupaten Asmat, untuk membantu penanganan masalah kesehatan di sana.

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, di Makassar, Sabtu (03/02/2018), mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial untuk mempersiapkan kegiatan sosial tersebut.  

Pihaknya juga menghendaki Menteri Sosial Idrus Marham yang akan melepas secara resmi pemberangkatan tim medis Unhas ke Asmat.

Menteri Sosial Idrus Marham pun dikabarkan akan hadir di Unhas untuk bertemu dengan tim medis dan tim multidisiplin Unhas, sekaligus melepas secara resmi tim medis Unhas itu.

Unhas menjadwalkan pemberangkatan tim medis ke Papua untuk gelombang pertama pada 8 Februari 2018, dengan membawa bantuan sosial, dan tim medis dari kalangan dokter untuk bertugas selama satu bulan membantu menangani masalah tersebut.

"Alhamdulillah, Menteri Sosial rencananya akan memberikan bantuan obat-obatan, makanan tambahan, nutrisi, dan peralatan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang terkena dampak kejadian luar biasa gizi buruk dan campak di Distrik Agats, Kabupaten Asmat," kata Dwia.

Ia mengatakan pihaknya telah mematangkan persiapan untuk mengirimkan tim tanggap darurat dan tim multidisplin Unhas yang akan membantu mengatasi persoalan gizi buruk di Distrik Agats, Kabupaten Asmat.  

Pada tahap awal, kata Dwia, sebanyak 19 orang tim tanggap darurat yang terdiri dari dokter residen senior dengan berbagai bidang (gizi, penyakit dalam, obgyn, gigi), perawat, serta enam orang profesor dari berbagai bidang ilmu akan diberangkatkan.

Dalam kajian awal yang dilakukan pihak Unhas bahwa persoalan gizi buruk yang dialami masyarakat di Distrik Agats membutuhkan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Solusi jangka pendek berupa upaya penyelamatan anak-anak dan masyarakat yang terkena gizi buruk, sedangkan program jangka panjang yakni upaya multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu.

Prof Dwia menambahkan persoalan gizi buruk di Distrik Agats berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial dan budaya, sehingga pihaknya telah menginstruksikan agar program kuliah kerja nyata (KKN) dan pengabdian kepada masyarakat Unhas diarahkan ke wilayah tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Hampir 500 anak Kimaam menderita ISPA

Selanjutnya

Sampah menumpuk, Pemkab Mimika sanksi cabut izin pengusaha

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34047x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18726x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17594x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe