Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Makanan anak harus seimbang, untuk cegah gizi buruk
  • Selasa, 05 Februari 2018 — 16:56
  • 423x views

Makanan anak harus seimbang, untuk cegah gizi buruk

Dalam laporan Global Nutrition pada 2016 menunjukkan, Indonesia menempati urutan ke-108 di dunia dengan kasus gizi buruk terbanyak.
Konsultan medis dr. Arief Munandar (mengenakan jas putih) saat jumpa pers usai seminar dan lomba mewarnai bagi anak-anak, Sabtu (3/2/2018) di Kota Jayapura – Jubi/Timo Marten
Timoteus Marten
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Kampanye kesehatan anak-anak Papua untuk mencegah gizi buruk, kali ini dilakukan dengan cara berbeda. Yakni dengan lomba mewarnai bagi anak usia TK dan SD, dan seminar sehari bagi para orang tuanya. Sedikitnya dua ratusan anak antusias mengikuti lomba yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Sabtu (3/1/2018).

Fatma Dwi Amartani, Manajer Produk salah satu perusahan suplemen mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar bakat seni dan daya kreativitas anak berkembang. Pihaknya menyadari, minat dan bakat anak-anak harus diasah sejak dini,  begitu pula dengan kesehatannya.

“Termasuk kegiatan ini (lomba mewarnai). Sangat bermanfaat dalam meningkatkan daya kreativitas, imajinasi, dan menyalurkan bakat si buah hati,” kata Fatma Dwi Amartani, Manajer Produk PT K-Link Indonesia.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Arief Munandar satu diantara konsultan medis, terbukti bahwa fenomena yang terjadi sekarang memperlihatkan orang tua hanya memperhatikan gizi makro (asupan lauk dan karbohidrat) dan tidak memperdulikan gizi mikro (sayuran dan buah-buahan) pada anak. Padahal vitamin yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan penting bagi pertumbuhan anak.

“Khasiatnya pun sangat bagus bagi perkembangan otak,” katanya.

Dalam laporan Global Nutrition pada 2016 menunjukkan, Indonesia menempati urutan ke-108 di dunia dengan kasus gizi buruk terbanyak.

Disebutkan, makanan yang seimbang harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sedangkan usia kanak-kanak dan anak-anak cenderung sulit makan, sehingga orang tua sulit memenuhi standar makanan yang seimbang.

Selain itu dalam kegiatan yang dirangkai dengan seminar kesehatan ini, penyelenggara juga memberikan informasi terkait sejumlah suplemen untuk membantuk membentuk dan memperkuat faktor kekebalan tubuh, yang tentu tanpa tambahan pewarna, pemanis serta perasa apalagi pengharum dan pengawet buatan.

“Omega 3 ikan Cod itu dapat merangsang pertumbuhan jumlah sel otak dan (penghubung) sinaps untuk mengoptimalkan kemampuan otak terutama dalam menerima informasi, konsentrasi dan menyimpan memori serta menjaga selaput sel otak agar dapat berfungsi dengan baik dalam menghantarkan dan membentuk hubungan (sinaps) antar sel otak sehingga kemampuan belajar dan mengolah informasi lebih baik,” tutup Arief. (*)

loading...

Sebelumnya

Sebelum direnovasi, diskusikan dulu ke pengurus rusunawa Uncen

Selanjutnya

Candu baru bernama raskin

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34047x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18735x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17594x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe