Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tokoh Suku Kamoro minta Kapolda Papua datang ke Timika
  • Senin, 05 Februari 2018 — 10:04
  • 1598x views

Tokoh Suku Kamoro minta Kapolda Papua datang ke Timika

"Kami mengutuk keras tindakan oknum aparat yang telah menembaki warga kami," ujarnya.
Ilustrasi penembakan - Tempo.co
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi - Buntut dari meninggalnya seorang ibu, Emalukata Emakeparo (55), yang terkena peluru aparat kepolisian pada Minggu (04/02/2018) dini hari, tokoh masyarakat Suku Kamoro di Kabupaten Mimika Georgorius Okoare, berharap Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar, datang ke Timika untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Saya minta Kapolda dan Pangdam harus hadir di sini. Kami mau tahu siapa-siapa pelaku yang terlibat. Kita harus lihat fakta yang benar seperti apa di lapangan," kata Georgorius di kantor DPRD Mimika, Minggu (04/02/2018).

Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) itu menegaskan warga Suku Kamoro selaku suku asli di Mimika, sudah banyak menjadi korban tindak kekerasan aparat keamanan.

Seharusnya, kata Georgorius, aparat keamanan baik TNI maupun Polri berperan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya menjadikan masyarakat sebagai sasaran kebrutalan mereka.

"Kami mengutuk keras tindakan oknum aparat yang telah menembaki warga kami," ujarnya.

Georgorius meminta aparat kepolisian tidak membuka blokade Jalan Cenderawasih, tepat di depan kantor DPRD Mimika sebagai bentuk rasa solidaritas atas peristiwa duka yang dialami masyarakat Kamoro di Mimika.

"Palang itu tidak boleh dibuka, kami sedang berduka, tolong hargai kami," kata Georgorius.

Jenazah Emakeparo, ibu rumah tangga yang bermukim di Pulau Karaka (Pulau Karaka berjarak beberapa ratus meter dari Pelabuhan Cargodock Portsite Amamapare PT Freeport Indonesia) hingga Minggu malam masih disemayamkan di Kantor DPRD Mimika.

Massa yang tidak puas dengan kejadian itu masih memblokade ruas Jalan Cenderawasih yang menghubungkan Kota Timika-Kuala Kencana, dengan membakar ban mobil di tengah ruas jalan mengakibatkan ruas jalan itu tidak bisa dilintasi kendaraan dari dua sisi.

Beberapa warga Kamoro lainnya mengancam akan tetap menyimpan jenazah Emakeparo di kantor DPRD Mimika, jika tidak ada pihak yang bertanggung-jawab atas penembakan yang terjadi di sekitar jembatan Pelabuhan Cargodock Portsite Amamapare, pada Minggu dini hari itu.

"Kami tidak mau bawa jenazah untuk dikuburkan kalau tidak ada yang mengaku bertanggung-jawab atas masalah ini. Semua yang terlibat harus dihadirkan," ujar salah seorang warga Kamoro.

Peristiwa penembakan terhadap Emakeparo bermula saat tiga warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki kawasan pabrik pengeringan konsentrat milik PT Freeport.

Menyikapi itu, anggota pengamanan internal perusahaan melakukan pengejaran. Salah seorang di antaranya berinisial NR (18) ditangkap petugas lalu dibawa ke Pos Security Portsite untuk diinterogasi.

Selanjutnya NR hendak dibawa ke Polres Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun di tengah perjalanan melalui jalur perairan, NR melompat dari speed boat dengan kondisi tangan terborgol. Ia berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar area penyeberangan Porsite-Cargo Dock.

Sejumlah warga kemudian berusaha melindungi NR dan menghalau aparat dengan lemparan batu. Sempat terjadi keributan hingga terdengar letusan senjata api milik aparat Brimob.

Selanjutnya pada Sabtu (03/02/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIT, korban atas nama Emakeparo dilaporkan mengalami luka robek pada bagian kening hingga menembus kepala bagian belakang karena terkena proyektil peluru.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika dengan kendaraan medis SOS PT Freeport. Namun setiba di RSMM, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. (*)

loading...

Sebelumnya

Akibat peluru nyasar oknum Brimob, Emakulata meregang nyawa

Selanjutnya

Legislator Papua minta segera fungsikan Pasar Mama-Mama Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33998x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18404x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17453x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe