Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pilkada Papua 2018 dinilai mencatatkan sejarah
  • Senin, 05 Februari 2018 — 17:56
  • 1777x views

Pilkada Papua 2018 dinilai mencatatkan sejarah

Meski disebutkan Pilkada serentak tahun 2018 bukan hanya sekedar kesempatan untuk memilih pemimpin daerah, tetapi ajang pertaruhan harga diri.
Pater Dr. Neles Tebay memberikan komuni kepada umat di Paroki Waghete, Deiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Pemilihan kepala daerah di Papua tahun 2018 dinilai bakal mencatatkan sejarah bagi rakyat setempat. Meski disebutkan Pilkada serentak tahun 2018 bukan hanya sekedar kesempatan untuk memilih pemimpin daerah, tetapi ajang pertaruhan harga diri.

“Pada Pilkada serentak ini menyaksikan pertama kali dalam sejarah Provinsi Papua bahwa hanya dua putera koteka yang akan bertarung memperebutkan kursi gubernur Papua,” kata Ketua STF Fajar Timur, Dr. Neles Tebay, di Abepura, kepada Jubi, Senin, (5/2/2018).

Menurut dia, hadirnya calon yang dalam Pilkada yang harus asli Papua layak dibanggakan dalam dengan peristiwa bersejarah.  Ia menjamin keterlibatan orang koteka mengikuti Pilkada dengan gembira dan tidak akan  menodai harga dirinya dengan melakukan tindakan anarkis dan kekerasan. “Meski calonnya tidak terpilih,” ujar Tebay, menambahkan.

Sedangkan di lima dari tujuh kabupaten yang akan melaksanakan pilkada bupati 2018 hampir semua penduduknya anak-anak koteka. Kelima kabupaten tersebut adalah Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Puncak, Paniai, dan Deiyai.

“Saya percaya bahwa anak-anak koteka dari masing-masing kabupaten ini akan membuktikan dirinya bahwa mereka bisa melaksanakan pilkada tanpa kekerasan dan pertumpahan darah,” katanya.

Menurut Tebay orang koteka sudah belajar dari pengalaman pilkada sebelumnya, yakni konflik kekerasan pada Pilkada di  Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Puncak yang menimbulkan  korban sia-sia.

Anggota DPR Papua, John NR Gobay, mengatakan  dua bakal Cagup Papua dan tujuh bakal cabup merupakan putra daerah Papua yang memiliki kompetensi baik. “Maka, saya minta kepada masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin masa depan dengan melihat dan mencari kelebihan para kandidat kepala daerah tersebut,” kata Gobay.

Ia menyebutkan semua calon putra dan putri terbaik Papua. Mereka ingin membangun provinsi Papua dan kabupaten dengan baik. “Maka, saya minta kepada mereka harus lakukan cara yang baik,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilkada Serentak 2018, Yalimo dan Pegunungan Bintang tak gunakan sistem noken

Selanjutnya

Kematian dan kelaparan di Papua, bukti negara gagal

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23546x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19216x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15657x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12735x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10847x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe