Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Kristian mewakili Indonesia di konferensi anak di Swedia
  • Selasa, 06 Februari 2018 — 15:17
  • 1194x views

Kristian mewakili Indonesia di konferensi anak di Swedia

Siswa kelas XII SMA PGRI Wamena itu secara resmi dilepas oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya sebelum bertolak ke Jakarta dan dilanjutkan ke Swedia.
Kristian Kogoya saat dilepas oleh Asisten I Setda Jayawijaya-Jubi/WVI
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Seorang pelajar asal Jayawijaya, Kristian Kogoya kembali terpilih mewakili Indonesia bagian timur berbicara di konferensi anak di Stockholm, Swedia pada 9 hingga 18 Februari 2018. Siswa kelas XII SMA PGRI Wamena itu secara resmi dilepas oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya sebelum bertolak ke Jakarta dan dilanjutkan ke Swedia.

“Ini merupakan kali kedua Tigor, (sapaan akrab Kristian Kogoya), berbicara tentang anak di forum internasional," ujar koordinator pendidikan Wahana Visi Indonesia area pegunungan Tengah, Kaleb Robinson Lau, Selasa (6/2/2018).

Robinson menyebutkan sebelumnya pada Oktober 2017, Kristian Kogoya juga diundang di pertemuan tahunan Milestone ke 8 di Ottawa, Kanada.

Kali ini Kristian bakal hadir menindaklanjuti upaya mengakhiri kekerasan pada anak yang digelar oleh global partnership bersama UNICEF, pemerintah Swedia dan organisasi We Protect Alliance dan World Vision. 

"Ia mewakili anak-anak dari berbagai belahan dunia pada pertemuan konferensi  yang mentargetkan 2030 mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak di Swedia" kata Robinson, menambahkan. 

Menurut Robinson, Kristian Kogoya  bakal menyuarakan kasus anak di tingkat dunia, termasuk sejumlah kasus yang menimpa anak di Jayawijaya di alami Clarita yang meninggal akibat disiksa ibu kandungnya sendiri.

Asisten I Setda Jayawijaya, mewakili pemerintah daerah Jayawijaya, Tinggal Wusono, saat melepas Kristian Kogoya mengatakan agar Kristian dapat memberikan dampak positif bagi pemerintah dan juga masyarakat.

“Sehingga nanti bisa membagikan ilmu yang diperoleh kepada anak-anak sekolah dan anak-anak yang belum beruntung di kabupaten ke depan lebih baik lagi,” kata Tinggal Wusono.

Tinggal menyebutkan, Pemda Jayawijaya menyerahkan sedikit bantuan bagi Kristian Kogoya berupa uang, dengan harapan dapat dipergunakan dengan baik untuk kebutuhan di Swedia.

“Harapan kami ke depan semakin banyak putra putri Jayawijaya yang bisa mengangkat Jayawijaya maupun di kancah nasional dan internasional,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kurangi pengangguran, Pemda Tolikara siap rekrut pencari kerja

Selanjutnya

Kementerian ESDM cek bantuan solar cell di Jayawijaya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34415x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23003x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18976x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe