Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Di SD YPK Alatep, satu guru mengajar enam kelas
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 16:35
  • 755x views

Di SD YPK Alatep, satu guru mengajar enam kelas

"Kurang lebih dua tahun terakhir, ketujuh guru tak bertugas lagi. Guru kontrak pun sering tak rutin mengajar, karena kewalahan," katanya.
Ilustrasi para guru yang sedang mengikuti pertemuan di sekolah – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Di salah satu daerah pedalaman Papua, tepat di Kampung Alatep, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, seorang guru kontrak sekolah dasar (SD) terpaksa harus mengajar di enam kelas.

Dikatakan Kepala Kampung Alatep, Jeina Maula Gebze, kepada Jubi, Rabu (07/02/2018), sebelumnya pernah ada tujuh guru termasuk kepala sekolah di SD YPK Alatep, tapi semuanya meninggalkan kampung tanpa alasan yang jelas.

"Kurang lebih dua tahun terakhir, ketujuh guru tak bertugas lagi. Guru kontrak pun sering tak rutin mengajar, karena kewalahan," katanya.

Akibat kondisi tersebut, Jeina sudah beberapa kali turun ke kota dan bertemu langsung dengan para pejabat di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, untuk menyampaikan masalah tersebut.

"Hanya saja, jawaban didapatkan hanya 'bersabar'. Selain guru, Kepsek SD YPK Alatep, Marthen Saetapy, juga tak pernah bertugas. Hanya sekali datang dan beberapa minggu kemudian menghilang lagi, dengan alasan ada tugas penting di kota. Namun sampai sekarang, tak kunjung datang," katanya.

Sementara Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi pendidikan, Moses Kaibu menyampaikan, masalah kekurangan tenaga guru, memang lebih banyak terjadi di kampung-kampung pedalaman.

“Berulang kali kami 'berteriak' meminta pemerintah menempatkan tenaga guru di pedalaman, namun sampai sekarang tak ada realisasi. Sehingga praktis kegiatan belajar mengajar tak berjalan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perahu motor di Kali Bian sepi penumpang

Selanjutnya

BBM dan beras di Kampung Alatep dihargai tinggi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33998x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18406x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17455x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe