Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. PDIP Papua: Kami tak bisa jamin soal penarikan kader
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 18:24
  • 852x views

PDIP Papua: Kami tak bisa jamin soal penarikan kader

“Menarik anggota Fraksi PDIP dari pansus itu sudah sikap kami. Kalau berjalan sesuai yang diharapkan, tidak masalah. Tapi kalau hasil pertemuan besok tidak jelas, akan kami pertimbangkan rencana penarikan kader kami dari pansus,” kata Edo Kaize, Rabu (07/02/2018).
Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize yang juga Ketua DPD PDIP Papua ketika berbincang dengan beberapa anggota DPRP – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Edoardus Kaize mengatakan, pihaknya tidak bisa menjamin akan membatalkan rencana menarik kader partainya dari panitia khusus pemilihan gubernur (pansus) pilgub DPR Papua (DPRP), meski ketua parlemen setempat meminta PDIP dan Gerindra membatalkan niat itu.

Menurut Wakil Ketua I DPRP itu, pihaknya akan melihat terlebih dahulu seperti apa hasil pertemuan antara DPRP, KPU Papua, Bawaslu Papua, eksekutif, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan kepolisian, Kamis (08/02/2018).

“Menarik anggota Fraksi PDIP dari pansus itu sudah sikap kami. Kalau berjalan sesuai yang diharapkan, tidak masalah. Tapi kalau hasil pertemuan besok tidak jelas, akan kami pertimbangkan rencana penarikan kader kami dari pansus,” kata Edo Kaize, Rabu (07/02/2018).

Meski kemungkinan ada penundaan pengumuman bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua oleh KPU, 12 Februari 2018, namun ia berharap waktunya tidak terlalu lama.

“Semua harus jelas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan. Kejelasan itu, harus dalam waktu secepatnya. Jangan sampai Maret atau April. Selain itu, pelaksanaan pencoblosan jangan bergeser dari jadwal 27 Juni 2018,” ujarnya.

Terkait pro-kontra keberadaan pansus pilgub DPRP, kata Edo, sebenarnya tidak ada upaya untuk menjegal kandidat tertentu. Namun yang menjadi pertanyaan publik, mengapa pansus dua kali mengembalikan berkas yang diserahkan KPU Papua.

“Ini yang menjadi pertanyaan orang di luar lembaga dewan. Kenapa pansus meminta berkas lengkap, padahal itu kewenangan KPU,” ucapnya.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, kini tak ada lagi pro-kontra dalam lembaga dewan, terkait pansus pilgub, setelah ada surat dari KPU RI, 06 Februari 2018.

“Pro-kontra dalam dewan sudah selesai, dan saya sudah sampaikan kepada teman-teman PDIP dan Gerindra tidak boleh menarik diri dari pansus. Perbedaan pendapat itu sudah biasa dalam lembaga dewan. Intinya satu, bersama mendorong agenda pilgub selesai,” kata Wonda. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRP: Perpecahan internal lembaga berakhir

Selanjutnya

Papua harus penuh damai hadapi Pilkada

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34487x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23229x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19044x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15601x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe