Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya: Dinas Pendidikan jangan hanya janji saja
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 11:26
  • 1473x views

Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya: Dinas Pendidikan jangan hanya janji saja

“Saya tegaskan, dana studi akhir untuk mahasiswa di Jayapura harus segera direalisasikan seluruhnya, jangan hanya karena keluarga, karena om, anak, atau keponakan. Itu tidak boleh, karena pemerintah Lanny Jaya itu, kami dari Beam sampai Kwiyawagi punya, bukan individu,” tegas Wanimbo.
Mahasiswa Lanny Jaya kota studi Jayapura saat mengikuti pelatihan untuk mahasiswa baru - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Ketua Badan Pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Lanny Jaya (BP-HMPLJ) kota studi Jayapura, Iron Wanimbo, mengatakan terkait dan studi akhir, Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Lanny Jaya jangan hanya janji saja tapi tidak ada realisasinya.

“Hari ini tidak ada rencana mau bicara secara intelektual. Kalau mau bilang bersabar, kami sudah bersabar. Hari ini kami mau ketemu dengan pemerintah (kabupaten Lanny Jaya-Red) yang kebetulan hadir dalam kegiatan rapat kerja di Provinsi Papua,” ucapnya.

Iron mengatakan Pemerintah kabupaten Lanny Jaya jangan hanya bicara saja namun perlu juga ada pertanggungjawaban karena mahasiswa yang sedang melanjutkan studi ini merupakan aset-aset daerah Kabupaten Lanny Jaya ke depan.

“Mereka janji minggu kedua baru realisasikan dana itu. Karena kota studi yang lain sudah semua, hanya di Jayapura yang belum dilakukan pengiriman dana studi akhir itu. Mereka bilang sebagian sudah masuk ke rekening mahasiswa. Data yang saya kirim itu rata-rata belum masuk di rekening mahasiswa,” kata Iron, ketika dihubungi Jubi, Kamis (08/02/2018).

Iron menambahkan sesuai dengan apa yang telah dijanjikan pemerintah, di provinisi itu harus dilaksanakan dan tidak lagi ditunda-tunda. Ke depan kalau ada kegiatan di provinsi, mahasiswa akan datang menuntut hak-hak mereka.

“Saya tegaskan, dana studi akhir untuk mahasiswa di Jayapura harus segera direalisasikan seluruhnya, jangan hanya karena keluarga, karena om, anak, atau keponakan. Itu tidak boleh karena pemerintah Lanny Jaya itu, kami dari Beam sampai Kwiyawagi punya, bukan individu,” tegas Wanimbo.

Iron minta jika dana studi akhir akan ditransfer ke rekening mahasiswa, harus segera dilakukan. Apabila ada kesalahan pada nomor rekening, dana itu bukan ditahan namun dapat diserahkan ke pengurus, agar dana itu diserahkan ke mahasiswa yang bersangkutan.

“Jangan karena nomor rekening salah, tidak dikirim. Itu tidak boleh. Satu orang pun tanpa terkecuali, jangan tahan. Jangan gara-gara satu orang itu nanti kami bikin gerakan tambahan lagi,” tuturnya.

Wanimbo juga minta pemerintah menambah besaran dana studi akhir karena yang mereka terima tahun lalu nilainya terlalu kecil.

“Kami tahu dana dari provinsi ke setiap kota dan kabupaten itu dengan nilai yang sama 80 persen. Tapi Lanny Jaya ini Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta terus. Itu kami tidak suka dan lebih baik diubah sistem itu dari sekarang karena bukan semua mahasiswa studi berjalan hanya studi akhir saja. Itu kan cuma beberapa orang saja dan kalau tidak dilakukan berarti dinas terkait mempermainkan uang itu. Kami akan turun ke jalan dan menuju kantor KPK provinsi, kalau dana yang disalurkan dengan nilai yang sama seperti sebelumnya,” kata Wanimbo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, ketika dihubungi Jubi melalui telepon, mengatakan pihaknya tidak tahu kenapa pengiriman dana sudi akhir kepada mahasiswa Jayapura terlambat. Semua kota studi sudah masuk karena setiap data yang masuk itu harus diverifikasi.

“Kota studi Jayapura ini terlambat kirim data. Itu saya tidak tahu alasannya karena apa sampe terlambat kirim data. Mereka sudah kirim data tapi pengurus minta harus dikirim di rekening pengurus,” tuturnya.

Ia juga menjalaskan dimana pengiriman yang dilakukan sebelumnya seperti pengiriman ke rekening pengurus itu sudah tidak diperbolehkan.

“Tadi juga sempat mereka ancam ke Sekda Lanny Jaya maupun ke saya. Sebagai mahasiswa, sebagai kaum intelek, itu kan belajar menghargai orang. Kesalahannya dimana, itu saya kembalikan kepada ketua HMPLJ,” jelas Aletinus.

Aletinus menambahkan tatap muka yang dilakukan antara mahasiswa dan pemerintah di provinsi itu bukan pengurus lengkap.

“Setelah saya cek semua adik-adik, ternyata pengurus pun tidak lengkap. Dia hanya bawa dari satu daerah atau keluarga dan pengurus inti. Sekretaris pun tidak ada. Kami juga sudah bilang untuk bersabar namun karena ulahnya adik ketua ini akan mengorbankan teman-teman yang lain,” ucapnya.

Pihaknya akan mengupayakan agar dana studi akhir untuk kota studi Jayapura segera direalisasikan seperti kota studi lain.

“Itu tanggung jawab kami selaku pemerintah dan itu akan kami lakukan. Masa sih, kota studi lain sudah, baru Jayapura tidak, itu tidak mungkin. Nanti rekening yang sudah masuk itu saja yang nanti kami prioritaskan dulu. Kalau yang belum itu segera diuruskan,” tutur Yigibalom. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketika obat malaria habis di Yahukimo

Selanjutnya

Pemda terlambat kirim uang, mahasiswa Papua di Yogya jadi tukang parkir

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34474x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23181x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19032x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe