Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. KONI bukan tempat cari uang
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 00:59
  • 1400x views

KONI bukan tempat cari uang

“Kerja di KONI ini adalah bagian dari pengabdian. Bukan cari uang di KONI,” tegasnya.
Pengurus KONI Papua periode 2017-2021 foto bersama usai dilantik Tono Suratman - Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Penyakit lama mulai kambuh. Kehadiran dan kinerja 78 pengurus KONI Papua pasca dilantik ketua umum KONI Pusat Tono Suratman medio Januari mulai dipertanyakan.

Pengurus KONI Papua periode 2017-2021 sedikit lebih ramping dibanding periode sebelumnya, sekitar 130 orang. Dinahkodai Lukas Enembe yang juga gubernur Papua  dibantu 3 wakil ketua.

Dibekap 12 bidang diantaranya bidang pembinaan dan prestasi, bidang organisasi, bidang pendidikan dan penataran, bidang sport science dan Iptek, bidang pengumpulan dan pengolahan data, bidang penelitian dan pengembangan, bidang perencanaan program dan anggaran, bidang mobilisasi sumberdaya, bidang media, humas dan protokoler, bidang kesejahteraan dan umum, bidang pembinaan hukum keolahragaan dan bidang sarana dan prasarana.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya meminta semua bidang-bidang lebih giat lagi dalam bekerja.

“Kita harapkan lebih aktif karena jumlahnya tidak sebesar kepengurusan kemarin. Satu bidang hanya sekitar lima orang, nah itu orang-orang terpilih dari sebagian di periode sebelumnya,” ketika berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, kantor KONI Papua, Rabu (7/2/2018).

Kenius bilang struktur dan jumlah pengurus kali ini lebih ramping dari periode kemarin. “Pengurus kali ini kecil struktur tapi kaya fungsi,” ujarnya.

Kami harapkan pengurus harus bekerja dengan baik setiap waktu. Gubernur sudah tegaskan bahwa kita kerja di KONI bukan untuk mengisi waktu. Jadi kalau tidak aktif sudah tentu pasti akan diganti.

KONI Pusat juga siap untuk sewaktu-waktu kita usulkan pergantian pasti direspon. Kami juga intens berkomunikasi dengan KONI Pusat, karena kepengurusan kali ini punya tanggungjawab super besar dimana kita menghadapi PON 2020.

Kenius menegaskan tidak ada alasan, semua pengurus harus aktif bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Kerja di KONI ini adalah bagian dari pengabdian. Bukan cari uang di KONI,” tegasnya.

“Jangan bilang ada uang baru kerja itu sangat keliru dan kalau mau cari uang bukan disini tempatnya,” katanya.

Pengurus KONI diminta selalu konsisten dengan waktu bekerja. Absen rutin disiapkan, pagi dan sore. Kita akan lihat absensinya kalau tidak aktif. Kalau mereka pergi terus ada ijin dan keterangan jelas tidak apa-apa, tapi kalau tanpa keterangan dan tidak mau kerja, ya sudah kita akan ganti lagi dengan orang lain yang mau bekerja.

Pakta integritas untuk seluruh pengurus tetap berlaku.

Disinggung pengurus yang tidak hadir dan kantor KONI sepi, Kenius menjelaskan kondisinya masih terkendala dengan ruangan untuk bidang-bidang bisa bekerja.

“Kendala memang ruangan kita disini tidak memenuhi  standar untuk bekerja, yang ada disini ruang meeting dan ruang pimpinan bidang-bidang tidak punya ruangan. Kita harapkan pembangunan  gedung utama di Stadion Mandala sudah bisa selesai supaya KONI bisa beraktifitas disana,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru di Mandala dijadwalkan rampung tahun ini. Kalau disana memang sudah lengkap. Semua ruang-ruang bidang dan mess atlet nanti disana juga.

Lukas Enembe menekankan  semua pengurus KONI tidak boleh berjalan santai, tetapi segera membangun kekuatan olahraga yang berasal dari buah tangan sendiri.

"Anak-anak Papua jangan dibiarkan menjadi penonton, mereka harus dilatih menjadi atlet-atlet handal. Kita Papua bisa mencetak atlet handal untuk kejayaan dunia olahraga," kata Enembe.

Mantan atlet sepak bola Ferdinand Fairyo menegaskan saatnya tiap bidang di KONI bekerja sesuai tupoksi dan profesional pada jalur yang ada, jangan tumpang-tindih.

Nando yang saat ini aktif sebagai praktisi olahraga berharap Satlak atau Puslatprov yang nantinya dibentuk KONI agar jangan lagi tempatkan orang-orang yang selama ini kerja tidak jujur dan lebih sering gagal tapi mau ambisi jadi ketua Puslatprov.

Mantan kapten Persipura ini mengusulkan harus pilih orang yang punya kelayakan dan kompetensi di bidang itu.

“Mereka yang sudah pernah gagal disitu, jangan menjadi ketua lagi. Harus evaluasi diri dan tahu diri,” tegas Nando. (*)

loading...

Sebelumnya

Kabupaten/kota di Papua wajib sukseskan PON 2020

Selanjutnya

Hoax, Michael Essien gabung Persipura

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23316x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19074x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15612x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12605x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe