Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Sinode Kingmi mediasi dua suku yang bertikai
  • Senin, 12 Februari 2018 — 11:05
  • 1429x views

Sinode Kingmi mediasi dua suku yang bertikai

Pertemuan membahas terkait perang suku di Timika yang dikhawatirkan berdampak ke mahasiswa stempat yang sedang belajar di Jayapura.
Suasana pertemuan antara Masyarakat puncak dan masyarakat Nduga bersama pimpinan sinode kingmi papua - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Badan Pengurus Pusat Sinode Kingmi Papua, Beny Giyai, menggelar pertemuan bersama dengan mayarakat Nduga dan masyarakat Damal. Pertemuan membahas terkait perang suku di Timika yang dikhawatirkan berdampak ke mahasiswa stempat yang sedang belajar di Jayapura.

“Pertemuan yang kami gelar dapat menetralkan suasana psikologi jemaat yang saling mencurigai takut ada pihak yang memperkeruh suasana dengan menyebarkan berita hoax kepada salah satu pihak,” kata Beny Giyai, di gereja Kingmi Bethel Waena, Minggu (11/2/2018).

Ia menyatakan berterimakasih ada perwakilan dari Timika yang sangat mengerti masalah dan menjelaskan persoalan sesungguhnya.

Beny berpesan agar mahasiswa dan masyarakat  tidak terbawa persoalan itu menjadi besar yang merembet ke Jayapura . “Kami sinode mendapat masukan, satu atau dua hari ke depan kami akan rangkum dalam surat gembala agar mahasiswa tidak takut atau gelisah,” kata Beny menambakan.

Menurut dia, perwakilan badan pengurus pusat Sinode juga meminta maaf kepaa jemaat khususnya kepada warga Damal dan Nduga. Tercatat selama satu bulan lalu hingga kini banyak orang asli Papua yang meninggal tidak hanya khasus Asmat.

“Tapi ada juga warga jemaat di Nduga terdapat 94 warga yang meninggal ditembak akibat kekerasan lanjutan dari peristiwa 3 Januari 2018,” katanya.

Anggota legislator Papua, Yakoba Lokmbre, menilai salah satu faktor penyebab  mahasiswa tidak tenang adanya informasi hoax yang beredar di kalangan masyarakat.

“Saya meminta untuk jangan menyebarluaskan informasi yang tidak bertanggungjawab kemudian membuat jarak sesama anak Papua,” kata Yakoba.

Menurut Yakoba, saatnya anak Papua bersatu, tidak boleh membawa masalah di daerah ke Jayapura. (*)

loading...

Sebelumnya

Bantu renovasi gereja dengan tarian tradisional

Selanjutnya

Kota Jayapura terima penghargaan dua kementerian sekaligus

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34046x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18724x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17594x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe