Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Umat beragama Papua tidak terprovokasi penyerangan Gereja di Yogyakarta
  • Senin, 12 Februari 2018 — 14:37
  • 2351x views

Umat beragama Papua tidak terprovokasi penyerangan Gereja di Yogyakarta

Masyarakat Papua sadar  apa pun agamanya  tidak akan tergerak untuk mengganggu, apalagi menyerang tempat ibadat dari agama lain.
Lokasi kejadian Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta - Jubi/Ist
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi - Umat beragama di seluruh Tanah Papua tidak terpancing atau terprovokasi oleh peristiwa penyerangan terhadap Gereja St. Lidwina di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada Minggu, (11/2/2018). Peristiwa penyerangan ini merupakan tindakan yang mesti dihindari oleh semua umat bergama di Bumi Cenderawasih.

"Orang Papua biasa mengatakan masalah di laut jangan dibawa ke darat. Demikian juga, masalah di Yogyakarta jangan dibawa ke tanah Papua," ujar Ketua STFT Fajar Timur Abepura, Pater Neles Tebay Tebay, kepada Jubi, Senin, (12/2/2018).

Menurut Tebay, warga masyarakat Papua sadar  apa pun agamanya  tidak akan tergerak untuk mengganggu, apalagi menyerang tempat ibadat dari agama lain. “Karena, dalam kebudayaan Papua, orang Papua diajarkan untuk tidak mengganggu tempat sakral atau keramat,” kata Tebay menambahkan.

Sikap itu menjadi pedoman sebagai ajaran adat  orang asli Papua yang memandang semua tempat ibadah dari agama apa pun sebagai tempat sakral atau tempat keramat. Ia menjamin orang Papua tak akan terprovokasi , jangankan membakar, memetik sehelai daun di halaman tempat ibadah saja tidak akan lakukan.

Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) itu menyatakan orang Papua dengan hati terbuka menerima semua orang yang datang dari luar Papua tanpa melalukan seleksi atas dasar agama dan kepercayaan.

"Oleh sebab itu, kami mendorong, semua orang yang dari luar Papua dan hidup di tanah Papua untuk menghargai ajaran adat Papua ini. Ajaran adat ini merupakan suatu kearifal lokal," katanya.

Dilansir kantor berita Antara menyebutkan aksi penyerangan seorang terhadap jemaat Gereja St. Lidwina di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terjadi pada Minggu, 11 Februari 2018, sekitar pukul 07.30 WIB.

Aksi itu dilakukan seseorang tidak dikenal yang kemudian diketahui bernama Suliyono, berusia 22 taun,  warga Krajan RT 02 RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.

“Pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat langsung menyerang korban Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang (kanopi) membubarkan diri,” kata Kapolres Sleman, DI Yogyakarta, AKBP Firman Lukmanul Hakim.

Firman mengatakan pelaku sempat masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat membubarkan diri.

Selanjutnya pelaku berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier, yang sedang memimpin misa.  “Pelaku juga masih menyerang para jemaat yang berada di dalam gereja dan mengenai korban Budi Purnomo,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pertemuan MSG di Papua Nugini, akankah ULMWP menangkan ‘full membership”?

Selanjutnya

ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34476x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23187x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19033x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15594x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe