Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. PBNU kutuk aksi penyerangan jemaat gereja Yogyakarta
  • Senin, 12 Februari 2018 — 14:38
  • 1534x views

PBNU kutuk aksi penyerangan jemaat gereja Yogyakarta

Mendorong tokoh dan pemuka agama untuk menyampaikan pentingnya tenggang rasa, dan toleran terhadap sesama. Utamanya mendorong untuk menghargai perbedaan
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi kepolisian yang sigap meringkus pelaku penyerang pastur dan jemaat misa di Gereja St Lidwina Bedog, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

"Mengapresiasi langkah sigap aparat kepolisian yang segera bertindak dan meringkus pelaku penyerangan," kata Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Minggu ( 11/2/2018).

Dia mendorong aparat untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut. Aparat harus mengusut tuntas sekaligus mengungkap motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.

PBNU mengutuk dan mengecam tindakan penyerangan yang melukai pastur dan jemaah gereja. Tindakan penyerangan dan juga kekerasan, bukanlah bagian dari ajaran agama dan keyakinan apapun.

"Islam mengecam tindakan kekerasan. Apalagi jika hal tersebut dilakukan di dalam rumah-rumah ibadah," kata dia.

Helmy mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis diceritakan Ibnu Abbas yang intinya Rasulullah tidak memperbolehkan tindakan membunuh orang di dalam gereja kendati dalam keadaan perang.

Atas insiden itu, dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing. Masyarakat agar selalu menghormati dan mepercayakan proses hukum pada aparat penegak hukum.

"Kami juga mendorong tokoh dan pemuka agama untuk menyampaikan pentingnya tenggang rasa, dan toleran terhadap sesama. Utamanya mendorong untuk menghargai perbedaan," kata dia.

Kepala Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan motif penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedok, Jalan Jambon, Gamping, Minggu sekitar pukul 07.45 WIB masih didalami.

"Motif masih dalam pendalaman. Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang ada, serta olah tempat kejadian perkara," katanya.

Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait jumlah pelaku.

"Kami masih mengumpulkan banyak keterangan. Sementara ini pelaku satu orang. Mengenai ada orang yang menunggu di luar gereja masih kami dalami. Kami tidak bisa asal menuduh," katanya.

Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Minggu, 11 Februari 2018, sekitar pukul 07.30 WIB seseorang tidak dikenal yang kemudian diketahui bernama Suliyono (22) warga Krajan RT 02 RW 01 Kandangan, Pesanggrahan Banyuwangi, Jawa Timur.

"Pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat langsung menyerang korban Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang/ kanopi membubarkan diri," katanya.

Pelaku kemudian masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat membubarkan diri.

"Selanjutnya pelaku berlari ke arah koor dan langsung menyerang Romo Prier yang sedang memimpin misa dan pelaku masih menyerang para jemaat yang berada di dalam gereja dan mengenai korban Budi Purnomo,"

Petugas Polsek Gamping yang dihubungi melalui telepon selanjutnya mendatangi TKP, Aiptu Munir mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri namun pelaku berusaha menyerang petugas sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan dan pelaku masih saja menyerang petugas mengenai tangan Aiptu Munir.

"Petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan mengenai perut pelaku sehingga dapat dilumpuhkan,"

Bupati Sleman Sri Purnomo berjanji akan meningkatkan keamanan di tempat ibadah menyusul aksi penyerangan seorang bersenjata tajam di Gereja Santa Lidwina, Jalan Jambon, Bedhog, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi.

"Kami akan terus berupaya meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah," kata Sri Purnomo di Sleman.

Menurut dia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman sebenarnya selama ini telah rutin menggelar kegiatan pertemuian bersama.

"FKUB selalu berkoordinasi bila menemukan suatu permasalahan, juga mereka terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan," katanya.

"Demi keamanan kami imbau di tempat strategis dipasang CCTV. Semua tempat ibadah, gereja, masjid sehingga dari jarak jauh ada sesuatu mencuriggakan bisa dideteksi lebih awal," katanya. (*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Umat beragama Papua tidak terprovokasi penyerangan Gereja di Yogyakarta

Selanjutnya

HUT ke-55 GIDI : Dulu diabaikan, kini jadi rebutan dunia

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34474x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23181x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19032x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe