Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pasca gelombang pasang, masyarakat Komolom Kimaam hanya makan ikan dan kelapa kering
  • Senin, 12 Februari 2018 — 18:51
  • 1208x views

Pasca gelombang pasang, masyarakat Komolom Kimaam hanya makan ikan dan kelapa kering

“Dua hari saya di kampung Komolom dan baru mengetahui jika masyarakat sedang kesulitan makanan akibat tanaman umbi-umbian seperti petatas, keladi, dan ubi kayu dihantam gelombang pasang beberapa waktu lalu,” ungkap Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, kepada Jubi Senin (12/02/2018).
Masyarakat di salah satu kampung di distrik Kimaam – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Masyarakat kampung Komolom, distrik Kimaam, kabupaten Merauke, yang berjumlah sekitar 100 kepala keluarga, dalam beberapa pekan terakhir hanya mengkonsumsi ikan dan kelapa kering. Tanaman umbi-umbian warga Komolon ‘porak-poranda’ akibat gelombang air laut.

“Dua hari saya di kampung Komolom dan baru mengetahui jika masyarakat sedang kesulitan makanan akibat tanaman umbi-umbian seperti petatas, keladi, dan ubi kayu dihantam gelombang pasang beberapa waktu lalu,” ungkap Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, kepada Jubi Senin (12/02/2018).

Dikatakan, pihaknya melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat disana. Saat ini tak ada cadangan makanan lagi sehingga mereka harus mengkonsumsi ikan dan kelapa kering setiap hari.

“Begitu mengetahui warga hanya makan ikan dan kelapa kering, saya menelpon Wakil Bupati Merauke, Sularso, menyampaikan persoalan tersebut,” ujarnya.

Moses minta pemerintah segera mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat di kampung Komolom supaya mereka terbebas dari ancaman kelaparan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Merauke, Tiasoni Betaubun, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya telah menyalurkan beras dan sejumlah kebutuhan lain bagi masyarakat di sejumlah kampung di Distrik Waan.

“Memang ada bantuan sembako yang akan menyusul. Hanya saja belum sempat dikirim lantaran kondisi cuaca kurang bersahabat,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua minta dibangun PLBN di Merauke dan Boven Digoel

Selanjutnya

Masyarakat Okaba merasa dianaktirikan pemerintah

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34474x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23181x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19032x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe