Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya deklarasikan tolak politik uang dan politisasi SARA
  • Rabu, 14 Februari 2018 — 21:42
  • 1255x views

Jayawijaya deklarasikan tolak politik uang dan politisasi SARA

Deklarasi menolak politik uang dan politisasi Sara di pemilukada Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi- Panitia Pengawas Pemilu (Panwslu) Jayawijaya menggelar deklarasi menolak politik uang dan politisasi suku, ras dan agama (SARA), dalam pelaksanaan Pilkada setempat bulan Juni nanti. Deklarasi melibatkan sejumlah tokoh agama, kepolisian, kejaksaan, tokoh masyarakat, Parpol dan tim sukses kandidat.

“Karena politik uang dan SARA memiliki dampak negatif yang lebih besar dari politik uang namun keduanya perlu dicegah,” kata Ketua Panwas Jayawijaya, Freddy Wamo, Rabu, (14/2/2018).

Ia menjelaskan  deklarasi dilaksanakan agar memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, terkait bahayanya politik uang maupun SARA. “Meski politik uang bisa kita tekan, tetapi politik SARA mungkin bisa terjadi di mana saja, kapan saja,” kata Freddy menambahkan.

Freddy  tak memungkiri politisasi SARA di Jayawijaya sering terjadi, sehingga Panwas mengharapkan peserta yang menandatangani deklarasi menjadi agen penyebar informasi yang baik kepada masyarakat agar perilaku politik uang dan SARA tidak meluas.

Menurut dia, praktik politik sperti itu sudah berjalan cukup lama, sehingga Panwas tingkat distrik dan pengawas pemilu lapangan (PPL) agar melaporkan jika mendapat temuan di lapangan. “Kami bakal tindaklanjuti nanti dimasukkan ke sentra Gakumdu," katanya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, mengatakan lembaganya  akan menindak tegas segala aktivitas politik yang masuk pelanggaran tindak pidana.

"Berbagai pelanggaran misalnya tim sukses yang terlibat politik uang, atau dicurigai, diduga atau tertangkap tangan menggunakan politik uang maupun kegiatan bernuansa SARA,” katanya (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Yahukimo tetapkan 2018 sebagai tahun data

Selanjutnya

Bupati Abock: Siapkan semua laporan untuk BPK

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34066x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19012x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe