Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Hutan sagu dibabat perusahaan, Pemkab Jayapura diminta menanam kembali
  • Senin, 19 Februari 2018 — 15:41
  • 1315x views

Hutan sagu dibabat perusahaan, Pemkab Jayapura diminta menanam kembali

“Pemerintah perlu memikirkan untuk menanam kembali sagu yang hilang itu, sama dengan daerah yang sudah ditimbun itu berapa hektar? Dan harus ditanam kembali  dengan jumlah hektar yang sama,” kata Yehuda, Senin (19/02/2018) di Jayapura.
Perusahaan yang membuka lahan dan membabat hutan sagu di Nendali – Jubi/David Sobolim.
David Sobolim
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Hutan sagu  yang berada di Kampung Nendali dan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mulai dibabat habis oleh perusahaan  furnitur, Nendali City. Sejumlah kawasan bekas penebangan yang seharusnya berdiri tegak pohon sagu sebagai panganan pokok Orang Asli Papua itu, saat ini kondisi lahannya sudah ditimbun dengan pasir.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Satu diantaranya adalah dosen geografi Universitas Cenderawasih Jayapura, Yehuda Hamokwarong. Menurutnya, harus ada rehabilitasi hutan sagu sesegera mungkin.

“Pemerintah perlu memikirkan untuk menanam kembali sagu yang hilang itu, sama dengan daerah yang sudah ditimbun itu berapa hektar? Dan harus ditanam kembali  dengan jumlah hektar yang sama,” kata Yehuda, Senin (19/02/2018) di Jayapura.

Menurutnya, penanaman kembali itu jika dilakukan, diharapkan tidak hanya di kampung Nendali dan Nolokla serta kawasan Hawai saja, tetapi ada tempat yang juga terdampak, yakni di Kampung Harapan. Yehuda menjelaskan, untuk menanam sagu, yang menjadi tempat terbaiknya adalah di kawasan bantaran sungai. Di Kabupaten Jayapura, Kampung Harapan adalah lokasi yang cocok, karena memiliki jarak 2,5 meter dari bibir sungai, sebagai syarat penyerapan air, oleh pohon sagu tersebut.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan  Hidup (WALHI) Papua Aiesh Rumbekwan mengatakan,  hutan sagu menyimpan berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA)  yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat Nendali. Namun, ketika dialihfungsikan maka akan terancam punah.

“Terutama hilangnya potensi sagu sebagai sumber utama pangan lokal masyarakat Nendali, dan perkembangbiakan berbagai jenis ikan di Danau Sentani khususnya di Netar. Hilangnya mata-mata air yang dimanfaatkan  sebagai sumber air bersih oleh masyarakat setempat,” terang Aiesh. (*)

loading...

Sebelumnya

Lumpur dan pasir tutup badan jalan, jalur Sentani-Depapre di kali Ulang macet

Selanjutnya

Taman Jokowi Skyline banyak dikunjungi publik

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34144x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20537x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17870x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe