Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Masih tertinggi, nilai tukar petani perkebunan rakyat dan perikanan di Papua
  • Rabu, 02 November 2016 — 10:36
  • 663x views

Masih tertinggi, nilai tukar petani perkebunan rakyat dan perikanan di Papua

Secara keseluruhan NTP pertanian dalam arti luas selama Oktober masih rendah, hanya 95,91, walaupun angka ini meningkat ketimbang NTP bulan sebelumnya yang tercatat 96,17 atau terjadi penurunan -0,27 persen.
Petani bayam di Kota Jayapura ketika memanen sayurnya - Jubi/Simon Daisiu
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor Perkebunan Rakyat dan Perikanan di Papua masih berada di peringkat tertinggi dibanding subsektor pertanian lainnya, mencapai 104,35.

“Di sektor pertanian dalam arti luas, terdapat lima subsektor yang dipisah untuk menentukan tingkat perkembangan nilai tukar petani (NTP) yang terjadi tiap bulan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua JB Priyono di kantornya, Selasa (1/11/2016).

Secara keseluruhan NTP pertanian dalam arti luas selama Oktober masih rendah, hanya 95,91, walaupun angka ini meningkat ketimbang NTP bulan sebelumnya yang tercatat 96,17 atau terjadi penurunan -0,27 persen.

Sedangkan per subsektor, paling kuat adalah NTP perkebunan rakyat yang mencapai 100,05 dan disusul NTP perikanan 102,36. Kemudian NTP Peternakan 99,89, NTP holtikultura h99,44 dan NTP tanaman pangan lebih terpuruk yang hanya tercatat 88,40.

Menurutnya, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang maupun jasa baik yang dikonsumsi oleh petani maupun untuk biaya.

”Semakin tinggi angka NTP, relatif semakin kuat tingkat daya beli petani, untuk angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika NTP di bawah 100 berarti petani rugi. Jika NTP di atas 100 seperti peternakan, berarti kemampuan daya beli perikanan dan perkebunan rakyat menguat,” katanya.

Hasil pantauan harga perdesaan di semua kabupaten di Papua pada Oktober 2016, lanjut Priyono, mengalami inflasi 0,61 persen yang dipengaruhi sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga, kecuali pada kelompok pendidikan, rekereasi dan olahraga, serta kelompok transportasi dan komunikasi.

Pengeluaran NTP Papua tercatat 110, 97, angka ini lebih besar dari September 110,73. (*)

loading...

Sebelumnya

Tax Amnesty di Biak capai Rp29 M

Selanjutnya

Harga sembako masih stabil jelang Desember

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23515x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19193x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15652x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12721x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe