Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Donor internasional diminta dukung rehabilitasi Kepulauan Solomon
  • Selasa, 20 Februari 2018 — 13:48
  • 447x views

Donor internasional diminta dukung rehabilitasi Kepulauan Solomon

Lebih dari 200 jiwa diyakini terbunuh dan puluhan ribu lainnya terkena dampak kekerasan, yang sempat mendorong ekonomi negara itu hingga ke tepi jurang kehancuran.
Uskup Agung Desmond Tutu (kedua dari kiri) dari Afrika Selatan menyalami beberapa komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kepulauan Solomon George Kejoa (kiri), Ketua Pastor Sam Ata (kedua dari kanan) dan Caroline Laore (kanan) saat peluncuran komisi tersebut. - RNZI/Solomon Star/AFP.
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi - Seorang mantan komisioner Truth and Reconciliation Commission (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi; TRC) Kepulauan Solomon, meminta donor internasional agar membantu menyediakan pendanaan untuk menerapkan rekomendasi yang telah mereka rangkum.

Komisi tersebut dibentuk untuk menyelidiki dan melaporkan penyebab konflik etnik yang terjadi dari 1998 hingga 2003.

Lebih dari 200 jiwa diyakini terbunuh dan puluhan ribu lainnya terkena dampak kekerasan, yang sempat mendorong ekonomi negara itu hingga ke tepi jurang kehancuran.

Caroline Laore mengatakan komisi tersebut menemukan bahwa pemerintah Kepulauan Solomon gagal dalam melakukan tanggung-jawabnya untuk melindungi warganya.

Menurut Laore, komisi tersebut dibentuk oleh parlemen dengan dana dan dukungan dari donor-donor internasional, dan mereka harus menyelesaikan amanat pekerjaan tersebut.

“Jadi saya meminta kepada mereka, sebagai pemimpin harus dewasa menghadapi masalah ini. Karena hal ini nyata. Kita perlu menghentikan perdebatan dan menemukan titik penyelesaian.” (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Gereja Tonga tempatkan berbagai konselor pasca-Siklon Gita

Selanjutnya

Seruan Daily Post Vanuatu tentang ancaman punahnya kebebasan media Pasifik

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34241x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21965x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18456x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe