Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. DPR Papua inginkan semua pihak redam konflik di Mimika
  • Sabtu, 24 Februari 2018 — 20:01
  • 1469x views

DPR Papua inginkan semua pihak redam konflik di Mimika

Ilustrasi konflik horizontal di Kwamki Narama, Mimika, Papua - Jubi/Doc
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Dewan perwakilan rakyat Papua menginginkan semua pihak ikut meredam konflik Konflik Kwamki Narama, di Kabupaten Mimika. Konflik yang terjadi itu diibaratkan batu kerikil dalam sepatu.

“Perlu tim bersama dan turun ke Timika untuk meredam konflik,” ujar anggota DPR Papua, John NR Gobay, kepada Jubi di Jayapura, Sabtu, (24/2/2018).

Ia menjelaskan tim yang dimaksud itu meliputi pemerintah Provinsi Papua, Pemkab Mimika, DPR Papua, DPRD Mimika, Lemasa dan Lemasko, serta para tokoh masyarakat bersama Kapolda Papua. "Termasuk, Pangdam, Uskup Timika, Sinode GKI Kingmi Papua, Ketua Baptis dan Presiden GIDI," ujar Gobay, menambahkan.

Mereka harus duduk bersama dengan masyarakat mencari akar masalah dan memikirkan untuk memecahkan masalah. Menurut Gobay  hasil pertemuan dibuat kesepakatan dan dituangkan dalam regulasi daerah yang harus dipatuhi semua pihak agar mematuhi regulasi hasil kesepakatan sebagai pedoman.

Ia menyebutkan kabupaten Mimika dimekarkan, namun konflik etnis selalu terjadi berulang-ulang di dalam kehidupan masyarakat setempat. Selama ini Bupati Mimika dan jajaran  DPRD serta aparat keamanan sudah mendamaikan.

“Namun, selalu  tidak efektif justru metode pendamaian dan penyelesaian secara adat yang efektif dan mampu,” katanya.

Kondisi itu karena benih  konflik masih dibiarkan sehingga sering terjadi berulang.

Ketua Solidaritas Mahasiswa Peduli Konflik Horizontal (SMPKH) di Kwamki Narama, Nelson Tenbak, menyatakan akan melakukan boikot Pilkada Mimika dan Pilgub Papua jika konflik yang terjadi masih diabaikan.

"Kami sudah sepakat, Pilkada Mimika dan Pilgub kami boikot. Untuk apa ada Pilkada sedangkan konflik ini belum pernah selesai. Beberapa bulan ini pemerintah tangani dulu," kata Nelson Tenbak.

Konflik yang mulai terjadi sejak tahun 2012 hingga 2018 itu menimbulkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka. “Namun justru Pemda Mimika dan Pemprov Papua membiarkan tanpa penanganan penyelesaian yang serius,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Mimika nyatakan boikot Pilkada Papua

Selanjutnya

DAP: Senjata bukan solusi terakhir tangani konflik Pilkada

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34224x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21771x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18350x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe